Taqobalallahu minna wa minkum Mohon maaf lahir dan bathin


Selengkapnya...

REFLEKSI DIRI DI HARI RAYA IDUL FITRI

REFLEKSI DIRI DI HARI RAYA IDUL FITRI

Oleh :

Trisha Marselia (Icha)

SMA N 90 Jakarta


Selama sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan, bulan yang sungguh mulia di antara 11 bulan lainnya, kita selalu berusaha untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. agar kita dilimpahkan nikmat dan pahala dari-Nya. Selain itu, pahala yang sungguh berlimpah bagi orang-orang yang mampu menahan nafsunya, baik nafsu untuk makan, minum, marah, atau berbagai nafsu lainnya yang dapat membatalkan puasanya. Inilah salah satu makna berpuasa di bulan yang indah ini, menjauhkan diri dari hasutan setan yang selalu mengelilingi dirinya, bersabar agar emosinya tidak terpancing, dan setidaknya kita tahu bagaimana perasaan orang-orang yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan akan makan dan minum, sehingga kita dapat merasakan perihnya perut yang tidak diisi dari subuh sampai maghrib, atau mungkin ada alasan lain dari sang Khaliq untuk makhluknya agar menjadi manusia yang sukses menempuh hidupnya di dunia yang sungguh fana ini.

Puasa ternyata juga membawa begitu banyak hikmah dan manfaat bagi kita semua, salah satunya manfaat kesehatan. Penelitian menunjukkan, puasa sangat baik dilakukan oleh orang yang kadar kolesterol di dalam darahnya tinggi. Bukan rahasia lagi, kadar kolesterol darah yang tinggi secara jangka panjang bisa mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Bila hal ini terjadi di otak, maka terjadilah stroke, dan bila terjadi di daerah jantung maka timbullah penyakit jantung. Dari hasil penelitian pula diketahui, puasa bisa meningkatkan kolesterol baik atau kita sebut dengan High Destiny Lipoprotein (HDL) sebanyak 25 titik, dan menurunkan lemak trigliserol sekitar 20 titik. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol jahat (LDL). Puasa juga akan mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun (radikal bebas oksigen). Tahukah kalian, radikal bebas oksigen yang berlebihan di dalam tubuh akan mengurangi aktivitas kerja enzim, menyebabkan terjadinya mutasi, dan kerusakan dinding sel.

Bagi orang yang sehat, puasa juga akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe-2. Karena saat berpuasa, dengan sendirinya konsumsi kalori secara fisiologis akan berkurang. Hal ini akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Lebih jauh, hal ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe-2. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat yang dapat kita petik dari berpuasa di bulan Ramadhan.

Tak terasa sebentar lagi kita semua dapat menyelesaikan kewajiban berpuasa kita di bulan Ramadhan ini. Tinggal menunggu waktu saja, kita dapat merasakan nikmatnya Hari Raya Idul Fitri yang ditunggu-tunggu umat Islam di seluruh dunia. Bebagai kue yang lezat dan mengundang selera sudah menunggu dan duduk manis di meja makan atau di meja ruang tamu rumah para konsumennya, agar mereka dapat dikonsumsi sebanyak mungkin dan senikmat mungkin. Setelah sebulan penuh kita dijauhkan diri dari hasutan setan laknatullah, datanglah bulan yang sungguh suci bagi kaum-kaum yang dicintai dan selalu diberkahi Allah SWT. Diibaratkan selama sebulan Ramadhan kita menanam benih-benih dan selama itu pula kita berusaha untuk merawatnya agar terhindar dari pengganggu benih tersebut. Sampai pada waktunya, benih itu menjadi tanaman yang memiliki buah yang sungguh suci, indah, dan nikmat untuk dilihat karena buah ini telah diberkahi oleh sang Khaliq, Tuhan semesta alam.

Tanggal 1 Syawal, inilah hari pertama di bulan Syawal yang dinamakan Idul Fitri. Idul Fitri, kata ini dibagi menjadi “Id” yang artinya kembali dan “Fitri” yang berarti suci atau bersih, jadi Idul Fitri berarti kembali menjadi manusia yang suci. Suci dalam hal rohaninya maupun jasmaninya. Rohani yang suci akan membentuk jasmani yang bersih pula karena tubuh akan selalu berhubungan antara kedua hal tersebut.

Bulan Syawal sungguhlah menjadi bulan yang suci. Dinamakan suci karena para pengikut Rasulullah yang diberkahi Allah SWT. telah berhasil menjalankan ritual puasanya di bulan Ramadhan, hingga mereka mendapatkan sebuah hati yang sungguh bersih, suci, bahkan terbebas dari kotoran-kotoran hati yang selama 11 bulan menempel di dinding hatinya. Umat Islam diseluruh dunia selalu merayakan Idul Fitri karena mereka menganggap bulan ini merupakan kemenangan bagi umat Islam yang telah berhasil mengalahkan godaan setan laknatullah yang selalu mengajak mereka untuk melanggar perintah Allah SWT di bulan Ramadhan.

Orang yang merayakan Idul Fitri bukan hanya orang yang berpakaian serba baru dan serba putih bersih saja. Akan tetapi, sesungguhnya orang yang takwanya kepada Allah SWT meningkat dan bertambahlah yang disebut orang yang beridul fitri. Realita yang selama ini kita lihat adalah banyak umat islam yang mampu dari segi finansialnya saja yang menikmati hari raya idul fitri ini, membeli berbagai pakaian baru untuk dipakainya saat shalat Id. Namun, di sisi lain masih banyak orang-orang yang kurang mampu tidak dapat merasakan manisnya beridul fitri. Mereka merasa bahwa dirinya tidak pantas mendapatkan hari suci itu karena mereka tidak dapat membeli baju baru, padahal bukan itu yang Allah lihat, Allah hanya melihat peningkatan ketakwaan yang terbentuk di dalam dirinya setelah selama sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan. Allah hanya melihat hasil dari benih yang telah dirawat dengan sangat baik oleh mereka yang selalu berusaha dan bertakwa kepada-Nya. Ada sebuah hadist syahih yang menyatakan bahwa :

ليس١لعيد لمن لبس١لجد يد , و لکن١لعيد لمن طا عتﻪ تز يد

yang artinya adalah ”Bukanlah lebaran (Idul Fitri) itu orang yang memakai pakaian baru, tetapi yang disebut berlebaran adalah orang yang takwanya bertambah (meningkat)”. Sungguh hadist ini dapat menyentuh hati orang-orang yang memiliki hati yang bersih dan memiliki keimanan yang kuat karena mereka akan merasakan perasaan orang yang kurang mampu, mereka akan selalu meningkatkan ketakwaannya agar mereka mendapatkan kemenangan di hari yang fitri tersebut.

Pada pagi hari raya Idul Fitri, kita menyaksikan umat Islam berbondong-bondong pergi menuju ke masjid-masjid atau lapangan-lapangan untuk melaksanakan shalat Id secara berjamaah. Walaupun memang sebenarnya mereka dianjurkan untuk memakai pakaian yang paling bagus yang mereka miliki, namun bukan berarti harus yang baru. Sebelumnya, semalaman suntuk mereka telah bertakbir mengagungkan kebesaran Allah SWT, mereka bersama-sama mengumandangkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil. Sungguh menjadi pemandangan yang dapat menyejukkan hati bagi orang-orang yang mengerti makna beridul fitri.

Umat Islam sebelum merayakan Idul Fitri telah diperintahkan Allah SWT untuk melakukan dua kewajiban, yaitu puasa di bulan Ramadhan selama satu bulan dan membayar zakat fitrah yang dibagikan kepada orang yang berhak menerimanya (mustahik). Zakat ini diwajibkan bagi seluruh umat Islam agar mereka mau berbagi kepada orang yang kurang mampu dan harus diberikan kepada mustahik sebelum mereka melaksanakan shalat Id.


Di bulan yang indah ini, seluruh umat Islam di dunia saling maaf dan memaafkan kesalahan yang pernah mereka perbuat dari bertatap langsung maupun dengan cara mengirimkan kartu ucapan, sms atau email, ini adalah sebuah fenomena Habluminannas yang akan selalu kita lihat saat Idul Fitri tiba. Umat Islam di Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai hari raya utama karena ini adalah sebuah momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga dan ajang untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara dan tetangganya untuk saling maaf memaafkan. Ini dilakukan agar segala dosa yang pernah diperbuat dapat terhapus. Karena makna Idul Kitri adalah kembali kepada kesucian baik lahir maupun batin.

Mulai dua minggu sebelum Idul Fitri, umat Islam di Indonesia mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah Mudik atau Pulang Kampung, sehingga pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui. Namun, kegiatan mudik ini tidak seindah yang kita bayangkan, banyak nyawa melayang hanya karena mereka yang tidak menaati peraturan saat mudik dengan menggunakan berbagai alat transportasi. Banyak contoh kelakuan manusia yang tidak sesuai dan tidak disiplin dalam hal ini. Salah satunya ada yang mudik dengan menggunakan sepeda motor yang memboncengi keluarganya sebanyak 2 sampai 3 orang. Padahal ini akan menyebabkan nyawa mereka tertelan di tengah jalan sebelum mereka sampai di kampungnya. Sebaiknya mereka yang ingin mudik haruslah menaati peraturan yang telah ada, agar mereka dapat sampai di kampungnya dengan selamat dan dapat berjabat tangan dengan sanak saudaranya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir & Batin

Selengkapnya...

KOSTERCIX 5 (SMAN 26 Jakarta)




I. PERSYARATAN PESERTA LOMBA MATEMATIKA

1. Persyaratan dan Pendaftaran :
a. Peserta adalah siswa/i SMA yang bersangkutan
b. Peserta melampirkan foto kopi kartu pelajar sebanyak 1 lembar
c. Foto 3x4 sebanyak 2 lembar
d. Wakil dari tiap sekolah wajib mengikuti Technical Meeting pada tanggal pukul
e. Formulir pendaftaran dikembalikan paling lambat pada saat Technical Meeting pada tanggal September 2010
f. Biaya Pendaftaran Rp 50.000,- per orang

2. Regulasi :
a. Peserta mengenakan seragam sekolah masing-masing.
b. Peserta berada di ruangan 10 menit sebelum kompetisi dimulai.
c. Peserta tidak diperbolehkan membawa alat hitung berupa Tabel, HP atau kalkulator.
d. Dilarang membawa catatan dalam bentuk apapun.
e. Peserta yang kedapatan berbuat curang akan langsung didiskualifikasi.
f. Peserta tidak diperbolehkan melakukan kerjasama kepada peserta lain selama lomba berlangsung.
g. Peserta duduk sesuai nomor urut pesertanya.
h. Waktu yang diberikan 120 menit (Tahap I).
i. Peserta yang lolos tahap I harus mengikuti kompetisi tahap II (90 menit). Kemudian tahap final (30 menit)
j. Peserta diwajibkan menaati semua peraturan yang berlaku dalam perlombaan.
k. Keputusan panitia dan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak luar.
l. Sistem penilaian, jika benar +4, salah -1 dan tidak diisi 0.

3. Hadiah :
a. Juara I : Piala Juara I + Uang Tunai Rp. 450.000,- + Sertifikat
b. Juara II : Piala Juara II + Uang Tunai Rp. 350.000,-+ Sertifikat
c. Juara III : Piala Juara III + Uang Tunai Rp. 250.000,- + Sertifikat


KETENTUAN UMUM
1. Peserta / siswa / siswi yang didelegasikan dari tiap sekolah. Pendaftaran paling lambat hari september 2010.
2. Biaya pendaftaran dibayar paling lambat hari september 2010.
3. Pengumuman akan diadakan pada hari Sabtu, 2 Oktober 2010 , di SMA Negeri 26 Jakarta.

KETENTUAN PESERTA
1. Peserta / siswa /I dari SMA yang bersangkutan yang telah terdaftar.
2. Pada saat perlombaan peserta menggunakan baju seragam sekolah masing-masing.
3. Pada saat pendaftaran, peserta wajib mencantumkan fotocopy kartu pelajar da foto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar.

II. PERSYARATAN PESERTA LOMBA KARYA ILMIAH
1. Persyaratan dan Pendaftaran :
a. Peserta adalah siswa/i SMA yang bersangkutan
b. Peserta melampirkan foto kopi kartu pelajar sebanyak 1 lembar
c. Foto 3x4 sebanyak 2 lembar
d. Setiap sekolah maksimal mengirimkan 2 tim, setiap tim terdiri dari 3 peserta dan 1 peserta cadangan.
e. Biaya Pendaftaran Rp 150.000,- per tim (max 2 tim)

2. Regulasi :
a. Pembuatan karya ilmiah sesuai tema yang ditentukan.
b. Peserta menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
c. Penyerahan karya ilmiah paling lambat tanggal
d. 20 Tim yang lolos akan mempresentasikan karya ilmiah
e. Peserta mengenakan seragam sekolah masing-masing
f. Peserta diwajibkan menaati semua peraturan yang berlaku dalam perlombaan.
g. Keputusan panitia dan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak luar

TEMA
“Teknologi Baru yang Bisa Diterima Masyarakat Luas Pada Era Globalisasi.”
Lomba karya ilmiah ini dibagi menjadi 2 bidang yaitu, IPA dan APTEK, IPS.

KETENTUAN UMUM
4. Peserta / siswa / siswi yang didelegasikan dari tiap sekolah. Pendaftaran paling lambat hari september 2010.
5. Biaya pendaftaran dibayar paling lambat hari september 2010.
6. Pengumuman akan diadakan pada hari Sabtu, 2 Oktober 2010 , di SMA Negeri 26 Jakarta.


KETENTUAN PESERTA
4. Peserta / siswa /I dari SMA yang bersangkutan yang telah terdaftar.
5. Pada saat perlombaan peserta menggunakan baju seragam sekolah masing-masing.
6. Pada saat pendaftaran, peserta wajib mencantumkan fotocopy kartu pelajar da foto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar.



NB : Ketentuan sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kondisi
Cp : Wulan (087884888346) Selengkapnya...

CALL (Charity for All) 5 2010



Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang ditunggu oleh umat muslim, baik muda, tua, remaja, anak-anak bahkan orang tua. Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk beramal dan beribadah dijalan Allah SWT, oleh sebab itu dalam rangka membagi kebahagiaan dan beribadah dijalan Allah SWT Kelompok Ilmiah Remaja Jakarta Selatan (KIRJAS) mengadakan acara tahunan yang disebut CALL atau Charity For All.




CALL adalah acara yang setiap tahun rutin diselenggarakan oleh KIRJAS selama organisasi ini berdiri empat tahun yang lalu, dengan tujuan berbagi ilmu, berbagi kebahagian dan berbagi materi kepada saudara kita di panti asuhan. Acara ini mengusung konteks sosial yang merupakan bagian dari program kerja Biro Sosial Masyarakat KIRJAS. Selain kunjungan dan buka puasa bersama dalam kesempatan tersebut KIRJAS juga memberikan sedikit bantuan kepada teman-teman panti berupa bahan sembako dan juga uang tunai. Bantuan ini diharapkan mampu memberikan sedikit kebahagiaan bagi teman-teman yang berada di panti asuhan serta mengasah kepekaan para anggota KIRJAS dalam memahami kondisi orang lain. Selain itu, CALL juga merupakan implementasi dari misi KIRJAS yaitu “menaburkan dan menyebarkan anggota KIRJAS ketengah-tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.



>

CALL tahun ini diselenggarakan di Yayasan Panti asuhan Darunnisa Ciputat. Yayasan ini menampung kurang lebih 100 anak-anak yatim piyatu, mereka terdiri dari anak-anak berumur dua sampai lima belas tahun. Acara kali ini dihadiri oleh para undangan dari Anggota KIRJAS, Dewan Perintis KIRJAS dan juga Anggota KIRPUS serta anak-anak panti asuhan Darunnisa sendiri. Adapun rangkaian acara yang dilakukan mulai pukul 16.00WIB merupakan acara ringan yang diawali dengan training dari Kak Andy Setyawan, S. Hum yang berjudul “Mari Meniru Perilaku Binatang” tentang bagaimana binatang berguna banyak bagi kehidupan, kemudian ceramah yang dibawakan oleh Kak Eri Setiawan tentang “Semangat” dan langsung berbuka puasa bersama, setelah acara buka puasa bersama dilanjutkan dengan acara puncak yaitu penyerahan bantuan serta ramah tamah.
Rangakaian acara yang singkat dan ringan dalam CALL ini sangat berkesan bagi banyak pihak khususnya para anggota KIRJAS dan juga teman-teman panti. KIRJAS berharap acara yang diselenggarakan ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak baik dari panti asuhan dan juga bagi para anggota KIRJAS. Tak lupa ucapan terima kasih KIRJAS ucapkan kepada seluruh anggota KIRJAS yang telah menggalang dana kemanusiaan bagi teman-teman panti asuhan, Rekan-rekan panitia CALL yang menyusun dan menyelenggarakan acara dengan baik, Dewan Perintis KIRJAS dan juga Master Trainer KIRJAS Saudara Andy Setyawan, S. Hum serta Ustad Eri Setiawan dan KIRPUS yang telah bersedia hadir berbagi rasa dan kebahagiaan bersama saudara-saudara kita dipanti asuhan Darunnisa.





Sampai jumpa pada CALL 2011. Salam KIRJAS
DO THE BEST
BE THE BEST
AND SHOW IT TO THE WORLD !!!


Selengkapnya...

LKIR SMAN 1 Tangerang

Selengkapnya...

KIRJAS GOES TO SCHOLL @ PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH




Demi menjalin silaturahmi, dan kerjasama yang baik dalam lingkungan kelompok ilmiah remaja sekolah se-Jakarta Selatan serta mensosialisasikan penelitian kepada para siswa SMU/SMK/MA/PONPES maka KIRJAS melaksanakan program yang rutin dilakukan yaitu KIRJAS GtS (Goes to School). Kirjas GtS bukan merupakan program berkala yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu, namun merupakan kegiatan yang dilakukan dalam kesempatan tertentu sebagai upaya sosialisasi KIRJAS dan juga pelatihan berbagai macam materi, yaitu Penulisan Karya Ilmiah, Karya Tulis, Event Organize, dan lain-lain. Acara ini telah dilaksanakan dibeberapa sekolah di wilayah Jakarta Selatan seperti MAN 13 Jakarta, MAN 7 Jakarta, SMA N 87 Jakarta, SMAN 34, SMAN 55, SMA N 47 Jakarta, SMK N 20 Jakarta, Ponpes Darunnajah Jakarta, dll.
Jika kesempatan sebelumnya disebuah sekolah menengah kejuruan maka kali ini Kirjas Goes to School diadakan disebuah Pondok pesantren dibilangan daerah Ciledug, yaitu Ponpes Darunnajah. Acara yang dimulai pada pukul 14.00WIB ini dilakukan dalam rangkaian pengukuhan anggota KIR Darunnajah, perkenalan dan presentasi profil KIRJAS dan kemudian pelatihan karya ilmiah. Pengukuhan dilakukan oleh kepala sekolah dari Darunnajah lalu dilanjutkan presentasi profil kirjas oleh Elvi Robiatul Adawiyah dan terakhir materi Karya Ilmiah disampaikan oleh Dewan Perintis kirjas yaitu Andy Setyawan, S.Hum. Materi disampaikan hingga menjelang berbuka puasa kemudian acara terakhir yaitu buka puasa bersama anggota KIRJAS dan KIR Darunnajah. Adapun anggota yang menghadiri acara dalam kesempatan tersebut sebanyak empat puluh siswa yang dikukuhkan dalam anggota KIR Darunnajah.




Materi yang dipilih dalam KIRJAS GtS kali ini adalah Karya Ilmiah dan Penulisan Karya Ilmiah dengan judul KENAPA HARUS MENELITI ??? dengan durasi tiga jam pemaparan dan tanya jawab antara peserta dengan pembicara. Dalam pemaparannya dijelaskan mengapa para generasi muda harus meneliti mulai sejak dini, bukan hanya ketika akan menerima ijazah strata satu. Namun, lebih karena meneliti adalah suatu hal yang penting dalam membangun bangsa dan juga menemukan solusi dari berbagai permasalahan yang ada disekitar kita. Kemudian, dijelaskan cara mencari ide dan tema yang sesuai serta mudah dilakukan oleh para peneliti pemula. Pemaparan disajikan dalam bentuk video dan juga presentasi langsung. Video berisi ajakan serta himbauan kepada para siswa untuk melakukan penelitian dan tidak kalah pada masalah yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, sedangkan pemaparan terbagi dua yaitu materi metode penelitian dasar dan juga penulisan makalah yang baik. Metode penelitian menjelaskan macam-macam penelitian lalu jenis-jenisnya serta devinisi dan pengertian dari substansi penelitian seperti variabel, pendekatan penelitian, landasan teori, hipotesis, perumusan masalah, kerangka berfikir dan juga penelitian eksperimen. Bagian kedua pembicara menjelaskan tentang sistimatika penulisan karya ilmiah yang baik, mulai dari pembuatan sampul halaman yang standar dan digunakan oleh banyak instansi lalu abstrak, latar belakang, tujuan, batasan masalah, identifikasi masalah, manfaat, dan lain sebagainya hingga akhir makalah sampai dengan simpulan dan saran. Diakhir acara dilakukan tanya jawab yang dilakukan antara peserta dan pembicara dan antusiasme tentang penelitian telah terlihat di antara teman-teman Ponpes Darunnajah. Tanya jawab ini dilakukan hingga menjelang waktu berbuka puasa dan setelah waktu berbuka puasa tiba teman-teman peserta serta KIRJAS berbuka puasa bersama. Acara ditutup setelah usai berbuka dan solat magrib.





Dari serangkaian acara yang dilakukan KIRJAS baik di sekolah sebelumnya atau pun di pondok pesantren Darunnajah, KIRJAS berharap dapat membagi berbagai pengalaman baik secara organisasi atau pun riset kepada para teman-teman SMA/SMK/MA/Ponpes dan sederajat guna membangun penelitian dan kelompok ilmiahnya serta mampu menghasilkan peneliti dan penelitian yang unggul dibidangnya masing-masing.

KIRJAS
DO THE BEST
BE THE BEST
AND SHOW IT TO THE WORLD !!! Selengkapnya...

Kenapa Harus Merdeka? : Refleksi 65 Tahun Kemerdekaan Indonesia




Percaya atau tidak, sering kita hanya mengumandangkan lagu Hari Merdeka setidaknya hanya 1 hari (bahkan mungkin 1 x) dalam setahun. Padahal, (menurut saya sendiri) lagu itulah yang mewakilkan semangat kita berada dalam bangsa yang merdeka. Lalu sekarang muncul pertanyaan, apa iya kita menjadi bangsa yang merdeka hanya 1 kali dalam satu tahun?, atau mungkin kita memiliki alibi lain bahwa lagu Hari Merdeka tersebut hanyalah sebagai jargon penyemangat dalam rangka “memeriah-riahi” miladnya bangsa kita setiap tahun. “Ok jika begitu, saya tampung statemennya!”, dan saya kembali bertanya “kalau begitu berarti memang bangsa kita sudah benar-benar merdeka ya, dan lagu itu hanya sebagai identitas kemerdekaan bagi bangsa kita saja?”. Lalu apa kabar dengan peran IMF kepada kita yang cenderung mengintervensi kebijakan sektoral kita, apa akabar dengan BUMN-BUMN kita yang mulai go public dan dimiliki oleh asing, dan apa kabar dengan kekayaan alam kita yang selalu dikeruk tanpa sedikitpun disisakan untuk anak cucu kita kelak?”.
Saya mencoba mencari makna harafiah dari konsep merdeka itu sendiri, setidaknya dalam KBBI “merdeka” diartikan sebagai bebas dari perhambaan, penjajahan (berdiri sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah tidak terkena atau lepas dari tuntutan) terutama dari penjara seumur hidup. Tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu. Sedang, kemerdekaan sendiri berarti keadaan atau hal berdiri sendiri (bebas lepas tidak terjajah lagi. Jika kita melihat konteks merdeka di sini, sangat jelas bahwa arti kemerdekaan sangat lekat erat dengan upaya perjuangan pembebasan Indonesia dari penjajahan, hal ini ditandai dengan masuknya konteks pembebasan 45 dalam definisi merdeka dalam KBBI. Dalam definisi ini, seakan keadaan lepas dalam penjajahan sebelum masa pejajahan belanda sama sekali tidak diperhitungkan. Setidaknya beberapa abad lalu sebelum penjajahan Belanda, bangsa kita pernah mengalami kemakmuran dan kejayaan (walaupun dalam level lokal kerajaan). Di sini definisi kemerdekaan telah terkotakan hanya pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, seakan dalam kondisi ini ketika kita telah lepas dari penjajah, inilah hakikat dari kemerdekaan bagi Indonesia yang sebenarnya. Dalam definisi tersebut, juga disebutkan bahwa merdeka adalah tidak terikat dan tidak bergantung kepada siapapun, namun sekarang kita dapat melihat dan merasakan sendiri, apakah kita sudah benar-benar bisa mandiri dan tidak tergantung kepada bangsa lain atau tidak?.



Mari kita coba melihat lebih jauh tentang ketidakberdayaan kita melawan intervensi asing. Contoh pertama adalah intervensi asing yang cukup terlihat dalam kebijakan perundang-undangan kita, misalnya Undang-undang antiterorisme. Sangat jelas di sana bahwa pemerintah kita seakan diintervensi untuk membuat undang-undang tersebut yang sudah jelas-jelas melanggar norma-norma hukum. Tidak hanya itu sebagian besar pasal yang terdapat di dalamnya tidak “clear & distinct” (tidak jelas terpilah-pilah) menjelaskan permasalahan-permasalahan HAM, banyak pasal yang ambigu dan multi tafsir (due process of law). Dengan adanya undang-undang ini menyebabkan terjadinya resistensi hukum Indonesia yag ke depannya dapat menimbulkan efek negatif bagi penegakkan hukum di Indonesia.
Contoh lain yang telah dibuka ke ranah publik dan dipublikasikan adalah pengakuan dari John Perkins dalam bukunya The Confession of Economic Hit Man mengenai intervensi listrik dunia (terkait bidang keahlian Perkins sendiri). Pengakuan itu ditulis karena didorong oleh rasa bersalah, bahwa kerjanya 30 tahun lalu itu telah membuat rakyat menderita di berbagai negara tempat dulu ia bekerja sebagai "konsultan" untuk memuluskan semua program intervensi negara besar terhadap negara sasaran, termasuk Indonesia.
Awal tahun ini, salah satu putra terbaik bangsa Sri Mulyani yang pada waktu itu menjabat sebagai menteri keuangan di tunjuk oleh Bank Dunia menjadi salah satu direktur World Bank. Banyak orang yang beranggapan bahwa dengan diangkatnya Sri Mulyani ini adalah prestasi terbaik yang diraih putera bangsa, namun jika kita lihat lebih jauh, pengangkatan ini merupakan suatu intervensi internal bangsa utk kepentingan lain diluar kepentingan bangsa.
Belakangan, pemerintahan AS melalui menteri luar negerinya melakukan intervensi terhadap dunia perfilm-an Indonesia dengan begitu banyaknya film Hollywood yang masuk ke Indonesia dengan proses sensoritas yang longgar. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap perkembangan dunia perfilm-an dalam negeri. Realitas ini merupakan suatu konsekuensi dari ekspor tekstil Indonesia ke AS yang tidak seberapa besar, bahkan terakhir ada ancaman dari pemerintahan AS jika film Hollywood tidak bisa masuk dalam pasar industri showbiz Indonesia, maka ekspor tekstil Indonesia ke Amerika akan dihentikan.
Bentuk intervensi yang lebih kasar adalah pengerahan pasukan militer. Pada 2004, komandan pasukan AS di Pasifik, Laksamana Thomas B Fargo, telah mengusulkan kepada kongres AS untuk menempatkan pasukannya di Selat Malaka. Tahun 2009, kapal induk AS memasuki perairan Natuna. Setelah digiring TNI AL merekapun menjauh. Atau bahkan contoh yang paling baru adalah intervensi militer Malaysia yang telah berani memasuki batas wilayah NKRI, dan seakan kita bangsa Indonesia tidak mampu berkutik apa-apa terhadap permasalahan serius itu.
Dari beberapa contoh di atas, setidaknya menurut saya intervensi dalam dunia pendidikan Indonesialah yang jauh lebih berbahaya. UNESCO mendesak negara anggota G8 untuk menerapkan sistem “lifelong learning" dengan tujuan untuk mendidik buruh global dunia. Jika sistem ini diterapkan, maka kearifan lokal tidak masuk lagi ke dalam kurikulum, dan nilai-nilai lokal khas Indonesia tidak akan pernah dipelajari oleh pelajar Indonesia. Kunci perubahan ini adalah perubahan kurikulum dari fokus akademis ke fokus vocational, tapi dengan tambahan perubahan nilai para murid untuk melayani Negara yang persis ideologi negara komunis.
Berdasarkan contoh intervensi asing di atas setidaknya kita perlu mendefinisikan ulang konsep kemerdekaan bagi negeri kita ini. Begitu banyak campur tangan asing yang mengganggu kedaulatan bangsa kita, setidaknya ini terfokus pada 3 aspek: aturan (kebijakan), penetapan orang, dan agresi milliter. Ketiga bidang ini merupakan ranah sentral dalam suatu penegakkan pemerintahan negara. Jika sebuah bangsa masih dinahkodai oleh bangsa lain dalam 3 bidang ini, maka sejatinya bangsa tersebut belumlah benar-benar merdeka.
Oleh karena itu, Menurut saya definisi kemerdekaan yang saat ini dipakai sangat kurang tepat diimplementasikan pada zaman sekarang, definisi tersebut mengandung ambiguitas yang cukup tinggi dengan kemungkinan penafsiran yang berbeda-beda. Kemerdekaan sangat erat kaitannya dengan “kebebasan” dan kebebasan tersebut tak lain merupakan suatu keadaan di mana tidak sama sekali terhalang, terganggu, dan sebagainya sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dan sebagainya secara leluasa. Lepas dari kewajiban tuntutan, perasaan takut dan sebagainya, tidak terikat atau terbatas oleh aturan. Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat dikaitkan dengan kondisi negara kita bahwa kita sebenarnya belum benar-benar bebas, yang berimplikasi pada belum sebenar-benarnya merdeka.
Dari penjabaran di atas, pada intinya saya mungkin lebih senang menyebutnya “Kemandirian yang terarah”. Seseorang yang mandiri adalah ia yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, mampu memutuskan dan memiliki hak utk memutuskan yang terbaik bagi dirinya sendiri. Mandiri belum tentu bebas merdeka, namun kemandirian adalah benih pencapaian kemerdekaan. Berdasar itu, saya menganggap posisi bangsa kita adalah bangsa yang mencoba mandiri (independen) yang mengarah kepada kemerdekaan. Hal ini penting diluruskan agar kita tidak terlena akan buaian yang dibawa oleh konsep “kemerdekaan” karena hal ini hanya akan membuat kita nyaman berada dalam jalur safety kemerdekaan, tanpa mau bangun dan menyadari bahwa kita sebenarnya belum benar-benar merdeka.
Namun saya pikir kita tidak perlu khawatir terhadap statement saya bahwa sebenarnya kita belum sebenar-benarnya merdeka. Saya hanya ingin mengajak rekan-rekan sekalian untuk kembali berjuang (namun bukan dengan bambu runcing atau dengan senapan). Saya ingin mengajak rekan-rekan yang sekarang masih duduk dibangku sekolah untuk belajar dengan giat dan fokus mengejar apa yang anda cita-citakan (ingat cita-cita masa depan kalian yang secara tidak langsung juga bersinggungan dengan masa depan bangsa, missal: jika anda memutuskan untuk menjadi dokter maka akan lahir dokter baru bagi Indonesia kelak). Bagi anda yang duduk di bangku kuliah, jangan hanya fokus kuliah, mulailah belajar berorganisasi dan berkontribusi bagi kemaslahatan orang banyak hal ini karena universitas adalah miniatur kehidupan berbangsa dan bernegara, semakin anda aktif dalam berorganisasi maka semakin baik sosialisasi dengan orang banyak, dan tau apa permasalahan yang dihadapi orang lain, dan berharap bisa membantu menyelesaikannya. Bagi anda yang sekarang bekerja, mulailah menjadi professional sejati, bukan hanya bekerja demi kesejahteraan pribadi dan keluarga, karena dengan menjadi professional maka kesejahteraan merupakan sebuah implikasi logis dari proses tersebut. Menjadi profesional penting untuk mendidik banga ini menjadi bangsa professional yang tidak mudah diperdaya oleh bangsa lain. Dan bagi anda yang belum melakukan apa-apa, ada baiknya anda menghilang saja dari muka buni ini, karena anda hanya menjadi beban bagi bangsa ini untuk meraih kemerdekaan sejati.

Selesai rabu 18 Agustus 2010 pkl:00.00, dari riset kecil ttg kontradiksi Jakarta pusat di antara kemegahan istana negara dan gelandangan di monas dan pasar senen. Selengkapnya...