COMING SOON KIRJAS FAIR 4 2010

Selengkapnya...

Tiada nikmat terindah selain dapat Melihat
Tiada kesan yang begitu berarti selain dapat Merasakan
Tiada kebahagiaan terindah selain dapat Membantu
Dan tiada upaya yang benar-benar agung selain Memperjuangkan
Jika tidak dapat melihat buta
Tidak dapat merasakan Mati rasa
Tidak dapat membantu Sombong
Dan jika tidak mau berjuang
Mati sekalian….
Mulai sekarang
Berjuang..berjuang..Berjuang…


Syair ini sontak menjadi buah bibir ketika Rahmat Irkham Triaji Finalis LKIR LIPI ke 42- 2010 satu-satunya perwakilan dari DKI Jakarta keluar dari ruang sidang penjurian LKIR 2010. Sekitar pukul 15.00-16.15 selama 1 jam 15 menit Irham (biasa ia disapa) harus mempresentasikan penelitiannya dihadapan ketiga dewan juri (Dr. Adi Santoso (LIPI), Prof. (Ris) Dr. Leonardus Broto Sugeng Kardono (LIPI), Dr. Susiani Purbaningsih DEA (UI)). Penelitian dengan judul “Pemanfaatan Styrofoam Cair Sehat Hasil Pereduksian Monomer Stirena dengan Alfa Pinena Minyak Atsiri Kayu Putih dan Glikosida Sansevieria menjadi Benang Semi Sintetik” berhasil membawa Irham dan rekannya Trisha Marselia menjadi 5 Finalis LKIR LIPI ke-42 2010, dan bersaing ketat dengan 4 finalis lain diantaranya:

1. Muhamad Risma Indi, Muhammad Ardiansyah Widianto, dan Mutiara Putri Nanda Rizki, Lembaga Pengkajian Ilmiah Diklat-LPI-Bina Bangsa, Jombang, Jawa Timur, dengan judul “MIC-RICE Fertilizer (Efektifitas Peran Mikrooganisme dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Perbanyakan Akar pada Pembibitan Tanaman Padi)”
2. Atina Husnayain, Moh. Hamilun Ni’am, dan Zainuri Mustofa, MAN Kota Kediri 3, Kediri, Jawa Timur, dengan judul “Keberadaan Asam Sianida (HCN) dalam Antibiosis antara Tali Putri (Cuscuta australis) dengan Famili Euphorbiaceae”
3. Rezza Putri Mahartika, Fauzizah Fatma Ningrum, dan Erissa Hanifah, MTsN Kediri II, Kediri, Jawa Timur, dengan judul “Pemanfaatan Sarang Telur Laba-Laba (Cocoon) dari Ordo Araneae sebagai Bahan Alami Alternatif Penutup Luka”
4. Yan Restu Freski dan Darmadi, Taman Pintar Science Club, Yogyakarta, DIY, dengan judul “Analisis Terhadap Pembelokan Aliran Sungai Opak saat Bermuara di Samudera Hindia (Studi Terhadap Faktor-faktor dan Proses Pembelokan Aliran Sungai)”

Irham yg didampingi oleh Ka. Dewan Perintis KIRJAS mengikuti serangkaian final LKIR LIPI ke 42, 2010 di hotel Bumi Wiyata Depok dari tanggal 21-24 November 2010. Final LKIR tahun ini lebih ketat karena finalis diminta untuk membuat stand pameran untuk memamerkan hasil risetnya. Pameran yang dilaksanakan pada tanggal 22 November dimeriahkan oleh 15 finalis LKIR LIPI ke -42 yang terbagi dalam 3 bidang (IPA,IPSK,IPT).






Stand SMAN 90 Jakarta terlihat sangat meriah dan paling menonjol di antara stand finalis yang lain, dan tak heran banyak pengunjung pameran yg memadati stand SMAN 90 Jakarta. Tidak hanya pengunjung pameran, para wartawan pun ramai silih berganti untuk mewawancarai Irham dan Trisha untuk meminta keterangan tentang penelitian mereka, bahkan ada salah satu stasiun televisi khusus yang sengaja menjadikan stand SMAN 90 Jakarta sebagai spot wawancara program mereka.



Acara pameran dilanjutkan dengan sesi presentasi dr masing-masing finalis Irham mendapat urutan ke 4 dan masuk ruang sidang pada pukul 15.00. terlihat dari luar ruangan juri tertawa kecil dan antusias mendengarkan pemaparan presentasi Irham. Kurang lebih satu jam, Irham keluar ruangan dg ekspresi wajah yg cukup berseri-seri. Setelah dimintai keterangan oleh moderator (Bapak Yuswar dr LIPI), ternyata irham dapat membius juri dengan presentasinya dan dengan “wise word” sebagai pembuka presentasi, dan semenjak presentasi itu, wise word tersebut ramai dibicarakan dikalangan finalis, panitia, dan juri. Setelah dimintai keterangan lebih jauh ternyata, wise word tersebut adalah wise word yang biasa diguakan tim-tim riset REACH SMAN 90 Jakarta ketika sedang mempresentasikan penelitian mereka dalam suatu kompetisi untuk memberikan semangat kepada panelis, juri, dan peserta.




Proses perjalanan finalis LKIR tahun ini tergolong berat dan panjang, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini peserta LKIR terlebih dahulu mengirimkan proposal penelitiannya kepada panitia, dan akan dipilih 24 proposal yg akan dibimbing oleh pembimbing ahli selama 3 bulan. Oleh karena itu, hal ini berimplikasi pada kualitas finalis yang benar-benar mendekati sempurna. SMAN 90 Jakarta mendapatkan kesempatan dibimbing oleh Dr Agus Haryono, dari Departemen Kimia Puspitek Serpong. 3 bulan menjalani bimbingan, Irham dan Trisha di tuntut untuk menyelesaikan penelitiannya dengan menyertakan serangkaian pengujian terhadap penelitianmya diantaranya uji FTIR dan GC/MS. Kedua pengujian tersebut jelas menyita waktu KBM mereka, dan tak jarang keduanya harus dispen sekolah untuk melakukan pengujian di lab. Kerja keras mereka akhirnya terbayar sudah dengan di anugerahkan juara 2 di bidang IPA mengungguli 3 penelitian terbaik yang lainnya.



Serangkaian acara final LKIR LIPI ke-42 ini tidak hanya diisi oleh kegiatan penjurian, namun juga disertai dengan acara kunjungan salah satunya ke LIPI Cibinong dan ke kantor pusat Bumiputera 1912. Kegiatan kunjungan ini dimaksudkan agar finalis lebih mengenal secara lebih baik tentang LIPI dan Bumiputera 1912.




Sejak awal datang dan mengikuti briefing finalis oleh panitia. Irham dan secara umum SMAN 90 Jakarta telah menjadi buah bibir utama. Hal ini dikarenakan beberapa tahun terakhr ini tidak ada SMA dari Jakarta yang lolos sebagai finalis, baru tahun ini Jakarta tembus sebagai finalis.




Dan dengan modal apresiasi ini, tidak disia-siakan oleh Irham untuk menjadi yang terbaik pada kompetisi ini yaitu juara 2 LKIR LIPI ke 42 bidang IPA. Malam Penganugerahan yang bertempat di Aula LIPI sontak menjadi malamnya Irham, SMAN 90, dan DKI Jakarta, karena Finalis Jakarta mendapat apresiasi dari pembawa acara, juri, dan pihak LIPI.




Dengan segala kemampuan dan usaha yang maksimal selama penjurian. Irham terpilih untuk mewakili semua finalis LKLIR LIPI ke 42, dan PPRI ke 9 tahun 2010 untuk memberikan kesan dan pesan di malam penganugerahan. Hal ini tentunya tidak disia-siakan oleh Irham untuk menyampaikan kesan dan pesannya diantara para hadirin dan rekan media pd saat itu. Irham menyampaikan terimakasih atas kesempatan yg diberikan kepada SMAN 90 Jakarta sebagai finalis, karena hal tersebut merupakan kebanggan bagi sekolah dan DKI Jakarta. Dan diakhr sambutan ia menyemangati rekan-rekan SMA di Jakarta lainnya untuk mau memulai riset dan menjadi finali LKIR kelak.



Sekali lagi kami segenap keluarga besar KIRJAS dan mewakili GRJS mengucapkan selamat dan apresiasi tertinggi kepada rekan-rekan SMAN 90 Jakarta yang telah membawa nama baik DKI Jakarta (khususnya Jakarta Selatan ke Ajang Nasional). Semoga prestasi ini dapat ditularkan kepada rekan-rekan KIR-KIR sekolah lainnya.

Selengkapnya...

ISPO 2011



Selengkapnya...

Jumat, 12 November 2010
Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-42 tahun 2010 yang terdiri dari :
Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK):
1. Dr. Syarif Hidayat (LIPI)
2. Dr. Ninok Leksono (KOMPAS)
3. Dr. Dhaniel Dhakidae (LP3ES)
Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA):
1. Dr. Adi Santoso (LIPI)
2. Prof. (Ris) Dr. Leonardus Broto Sugeng Kardono (LIPI)
3. Dr. Susiani Purbaningsih DEA (UI)
Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa (IPT dan Rekayasa):
1. Dr. LT Handoko (LIPI)
2. Dr. Yudi Darma (ITB)
3. Dr. M. Mustofa Sarinanto (BPPT)
Setelah melalui proses menyeleksi, membaca dan menganalisis dengan seksama karya tulis ilmiah peserta karya tulis ilmiah terbimbing (LKIR) ke-42 tahun 2010, serta mendiskusikannya sesama Anggota Dewan Juri, dengan ini memutuskan dan menetapkan Finalis (LKIR) ke-42 tahun 2010 sebagai berikut:
Bidang IPSK
1. Pebrian, Alanikika Pratyaksa, dan Vina Nurlita, SMA Negeri 1 Malingping, Banten, dengan judul “30 Hari Menjadi Anak Nelayan: Kajian Tentang Kehidupan Sosial Keluarga Nelayan di Desa Muara-Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Lebak – Banten”
2. Hardiana Arsyad, SMA Negeri 1 Pinrang, Sulawesi Selatan, dengan judul “Tinjauan terhadap Nilai Kearifan Arsitektur Rumah Tradisional Bugis di Kabupaten Pinrang”
3. I Made Rumadi Putra, SMAN 8 Denpasar, Bali, dengan judul “Mengungkap Fenomena Desa Gelandangan-Pengemis (Gepeng) di Dusun Muntigunung dan Dusun Pedahan Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem Bali”
4. Christine Aprilia Sulistio dan Shoim Abdullah, SMAN 3 Merauke, Papua, dengan judul “Menelisik Kehidupan Masyarakat Eks Pelintas Batas yang Datang dari Negara Papua Nugini ke Kabupaten Merauke”
5. Latif Nugroho, Madrasah Aliyah Bilingual, Krian, Sidoarjo, Jatim, dengan judul “Pengetahuan Santri Pesantren Modern Al Amanah pada Media Internet dan Pengaruhnya terhadap Minat (Motivasi) Belajar dan Prestasi Akademik”

Bidang IPA
1. Rahmat Irkham Triaji dan Trisha Marselia, SMA Negeri 90 Jakarta, DKI Jakarta, dengan judul “Pemanfaatan Styrofoam Cair Sehat Hasil Pereduksian Monomer Stirena dengan Alfa Pinena Minyak Atsiri Kayu Putih dan Glikosida Sansevieria menjadi Benang Semi Sintetik”
2. Muhamad Risma Indi, Muhammad Ardiansyah Widianto, dan Mutiara Putri Nanda Rizki, Lembaga Pengkajian Ilmiah Diklat-LPI-Bina Bangsa, Jombang, Jawa Timur, dengan judul “MIC-RICE Fertilizer (Efektifitas Peran Mikrooganisme dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Perbanyakan Akar pada Pembibitan Tanaman Padi)”
3. Atina Husnayain, Moh. Hamilun Ni’am, dan Zainuri Mustofa, MAN Kota Kediri 3, Kediri, Jawa Timur, dengan judul “Keberadaan Asam Sianida (HCN) dalam Antibiosis antara Tali Putri (Cuscuta australis) dengan Famili Euphorbiaceae”
4. Rezza Putri Mahartika, Fauzizah Fatma Ningrum, dan Erissa Hanifah, MTsN Kediri II, Kediri, Jawa Timur, dengan judul “Pemanfaatan Sarang Telur Laba-Laba (Cocoon) dari Ordo Araneae sebagai Bahan Alami Alternatif Penutup Luka”
5. Yan Restu Freski dan Darmadi, Taman Pintar Science Club, Yogyakarta, DIY, dengan judul “Analisis Terhadap Pembelokan Aliran Sungai Opak saat Bermuara di Samudera Hindia (Studi Terhadap Faktor-faktor dan Proses Pembelokan Aliran Sungai)”
Bidang IPT dan Rekayasa
1. Sugianto dan Moh. Zehri, SMK Negeri Tambelangan,Sampang, Madura, Jawa Timur, dengan judul “Charger Handphone Berbasis Sinyal GSM”
2. Muh Imam Mukhtar Shidiq dan Agustina Slamet, SMKN 2 Depok Sleman, DIY, dengan judul “The Box Cleaner of Emission (Meminimalisir Polusi Gas Buang Kendaraan Bermotor pada Proses Penservisan)”
3. Irene Giarto dan Jessica Cleine Chairil, SMA Santa Laurensia, Serpong, Tangerang, Banten, dengan judul “Pengaruh Variasi Pola Anyaman Bakul, Tikar, dan Spider Web terhadap Kekuatan Impak Material Komposit untuk Bahan Pelindung Helm”
4. Budi Santoso, Elis Kartika Sari, dan Novita Sari, SMK Boedi Oetomo 2 Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah, dengan judul “Pembuatan dan Karakterisasi Peredam Suara dari Jerami Padi sebagai Bahan Baku Panel Akustik Ruangan serta Kabin Mobil”
5. Reyner Jong dan Andrey Halim, SMA Santa Laurensia, Serpong, Tangerang, Banten dengan judul “Pengembangan Material Komposit Menggunakan Bambu Tali (Gigantochloa apus) sebagai Pengganti Bahan Kayu dan Bahan Sintetik”
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengundang Saudara untuk melakukan pameran dan presentasi di hadapan Dewan Juri dalam acara Presentasi Finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-42 tahun 2010, yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Senin, 22 November 2010
Pukul : 09.00 WIB s.d selesai
Tempat : Hotel Bumi Wiyata
Jl. Margonda Raya, Depok, Jawa Barat
Apabila terdapat kekeliruan dalam pengumuman ini di kemudian hari, maka akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Panitia LKIR ke-42 Tahun 2010
Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10, Jakarta 12710
Telp (021) 5225711, Ext. 274
Fax. (021) 52920839 Selengkapnya...

COMING SOON LPKS & KIRJAS AWARD 2011


Selengkapnya...

GREAT SEMINAR "Membedah Kesalahan Berpikir Tentang Pemahaman Jenis-Jenis Karya Ilmiah"



REACH SMKN 20 Jakarta Bekerjasama dengan KIRJAS menyelenggarakan GREAT SEMINAR bertajuk "Membongkar Kesalahan Berpikir Tentang Pemahaman Jenis-Jenis Karya Ilmiah". Seminar ini di maksudkan untuk memberikan pengetahuan sakaligus pencerahan kepada siswa-siswi SMA/MA/SMK tentang jenis-jenis karya ilmiah (laporan penelitian, karya tulis, essay, paper, jurnal, dll. Banyak di antara para siswa yang tidak memahami secara definitif maupun harafiah pengertian dari jenis-jenis karya ilmiah, padahal pemahaman terhadap jenis-jenis karya ilmiah mutlak penting ketika siswa membuat ataupun mengikuti perlombaan dg fokus karya ilmiah. Tidak hanya itu, semakin banyak sekolah, organisasi, bahkan universitas yang menyelenggarakan kompetisi karya ilmiah, semakin memungkinkan timbulnya kesalahan pemahaman terhadap lomba karya ilmiah yang mereka maksudkam.

Training ini diharapkan dapat membentuk pemahaman siswa secara benar tentang jenis-jenis karya ilmiah, sehingga mereka dapat mengimplementasikannya dengan baik. Training ini akan dibawakan oleh master trainer KIRJAS Training Center Andy Setyawan S.Hum, yang telah terbukti kancahnya dalam dunia keilmiahan dengan banyak memenangkan kompetisi ilmiah, maupun dalam membimbing tim karya ilmiah.

Great Training ini, akan dibatasi pada peserta sebayak 100 orang. Untuk sekolah diwilayah Jakrta selatan undangan akan langsung dikirim / di fax ke alamat sekolah masing-masing. Sedangkan, untuk sekolah diluar Jakarta Selatan dapat order invitation dengan mencamtumkan : nama,nama sekolah, alamat sekolah, no tlp, dan email di blog ini, atau di FB KIRJAS: kir-jaksel@yahoo.com. Seminar ini GRATIS dan untuk peserta akan mendapatkan sertifikat "GREAT SEMINAR". Pelaksanaan seminar ini dimulai dari jam 12.30-16.00 di SMKN 20 Jakarta.Tidak hanya seminar, acara ini juga akan diisi oleh gelar teknologi dari KIRJAS dan beberapa sekolah binaan KIRJAS.

cp: Elvi: 083899484486, 021-95381869
Nori: 083894668774

AYO CEPAT MENDAFTAR, ATAU ANDA AKAN KEHILANGAN KESEMPATAN BERHARGA............. Selengkapnya...

Mari Belajar Dari Binatang

Andy Setyawan
Production Management PT Global TV
Ka. Dewan Perintis KIRJAS

Kadang kita sebagai manusia sering menganggap diri kita adalah makhluk yang paling sempurna, makhluk yang paling pintar, dan makhluk yang bisa menguasai apapun yang ada di dunia ini. Tanpa kita sadari sering kita menganggap diri kita sebagai penguasa dunia ini (setidaknya sebagai penguasa atas apa yang kita miliki, tubuh, harta benda, keluarga, dll), dan implikasi dari perilaku menguasai ini adalah pengintervensian kepada makhluk lain. Beberapa sifat dan prilaku kita mencerminkan ketidak berdayaan kita terhadap diri kita sendiri untuk memenuhi apa yang tidak bisa kita penuhi, sehingga mengandalkan orang lain untuk melakukannya. Atau dilain sisi menggambarkan keangkuhan kita untuk memiliki sesuatu tanpa mau berbagi dengan orang lain, dan karena takut apa yang kita miliki direnggut oleh orang lain.
Tuhan menciptakan langit dan bumi beserta isinya untuk dihuni oleh makhluknya yang sempurna yang bernama “manusia”. Tidak hanya manusia, Tuhan juga melengkapi dengan dua makhluk lainnya dengan tujuan untuk membantu dan “dimanfaatkan” oleh manusia, kedua makhluk itu adalah binatang dan tumbuhan. Dalam kitab suci (Islam) dijelaskan term bahwa manusia adalah makhluk paling tinggi derajatnya di muka bumi ini dibanding kedua makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Statement ini dirasa dapat dijelaskan secara ilmiah karena manusia merupakan organisme paling kompleks (struktur anatomi) dan memiliki otak dengan kemampuan untuk berpikir. Hal ini tentu sangat berbeda dengan kedua makhluk ciptaan Tuhan yang lain yang diciptakan Tuhan dengan hanya mengandalkan insting untuk bertahan hidup.
Selama hampir 2 tahun ini saya melakukan kajian tentang urgensi kebermanfaatan ketiga makhluk tersebut setidaknya untuk 3 hal dan dimensi: bumi, sesama makhluk hidup lain, dan historisitas. Dan di antara ketiga hal atau dimensi tersebut analisa saya manusia tidak menempati strata pertama dari segi kebermanfaatan dalam ke tiga dimensi tersebut. Saya akan berikan contoh sederhana:
1. Lebah menghasilkan madu yang dapat digunakan manusia untuk menjaga fitalitas.
2. Ulat Sutra menghasilkan benang dengan kualitas tinggi, yang bermanfaat bagi manusia untuk menunjukkan derajat kekayaan.
3. Domba rela kedinginan karena bulunya di kuliti untuk memenuhi kebutuhan sandang manusia.
4. Sapi rela mengorbankan nyawa hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia.
5. Bahkan hewan yang sering kita anggap menjijikkan “cacing” membantu menyuburkan tanah agar tumbuhan dapat tumbuh dengan baik.
6. Dan kadang kita suka lupa jika hewan dengan struktur yang sederhana seperti bakteri pengurai sangat berperan untuk menguraikan kotoran kita.
7. Kupu-kupu yang selama ini kita anggap hanya sebagai binatang estetika, ternyata merupakan indikator kebersihan lingkungan.
Beberapa contoh di atas adalah sekelumit manfaat binatang bagi kita manusia. Statement saya tentang strata manusia yang tidak bisa berada di atas, sedikit mulai terjawab di sini. Milyaran manusia di dunia ini tapi yang bisa memberikan manfaat bagi makhluk lain tidak lebih dari 5%-nya, dan selebihnya hanya mampu bergantung pada kedua makhluk lainnya. Ketika ada beberapa binatang yang rela mengorbankan diri (sapi, ayam, ikan) lalu apakah kita mampu mengorbankan diri kita untuk kemaslahatan makhluk hidup lain (analogi tidak berarti mengorbankan diri sama dengan kanibal).
Jika sebagian dari kita menganggap bahwa kita adalah makhluk paling bermanfaat bagi kelangsungan dunia dan kelangsungan hidup makhluk hidup di muka bumi ini. Lalu bagaimana dengan penyebab global warming yang kini gencar dikampanyekan?, bagaimana dengan nasib beberapa species yang musnah karena perburuan liar?, bagaimana nasib para penyandang cacat akibat industrialisasi di China?, dan bagaimana dengan bagaimana-bagaimana yang lain?. Bahkan untuk menjaga spesies kita (manusia) kita belum mampu. Kita sebagai manusia cenderung egoisentris dan dan hanya mementingkan kelangsungan hidup kita sendiri saja.

Jika anda mulai setuju dengan argumen saya, mari kita mulai mempertanyakan derajat akal budi dibanding insting. Saya pikir kita sepakat bahwa tingkat akal budi jauh lebih tinggi dibandingkan insting, jika insting hanya mampu memberikan perintah untuk “iya” atau “tidak” untuk melakukan sesuatu. Maka, akal budi mampu memberikan suatu implikasi (dampak) bagi keputusan atau tindakan yang kita perbuat. Jika kita memahami perbedaan di antara keduanya adalah seperti itu, lalu bagaimana dengan peran fungsi otak tersebut terkait pengimplementasian (laku dan sifat). Dari penjabaran saya di atas bahwa makhluk yang hanya mengandalkan insting merupakan makhluk yang dalam kenyataannya jauh lebih bermanfaat bagi makhluk lain. Lalu, apakah kita telah salah menempatkan akal budi pada tingkatan yang jauh lebih tinggi dibanding insting?. Jawabannya adalah “tidak” struktur akal budi merupakan komponen paling kompleks yang mampu bekerja lebih baik, dan lebih banyak dibandingkan insting. Perbedaannya adalah ketika binatang menggunakan insting untuk mekanisme kelangsungan hidup (walau terkadang semua tindakan insting terdorong oleh nafsu), sedang manusia menggunakan nafsu (hasrat yang berlebihan) pada tataran akal budi. Akal budi kita sering dikacaukan dengan perang nafsu (insting untuk berbuat berlawanan dengan akal budi) yang berakibat tindakan kita adalah segala tindakan yang berujung pada egoisentris dan sentimen pribadi.



Di penghujung akhir, setidaknya saya menyimpulkan bahwa pada dasarnya Setiap makhluk, dan setiap apapun kita pasti melakukan sesuatu. Sesuatu yang kita lakukan pasti memiliki 4 dampak
1. Bermanfaat untuk kita
2. Bermanfaat untuk orang lain
3. Merugikan diri kita sendiri
4. Merugikan orang lain
Ke empat implikasi tersebut di atas, hanya kita yang dapat menentukannya, dan lagi-lagi peran akal budi dituntut untuk membuat keputusan yang terbaiki bagi diri sendiri, makhluk lain, dan alam. Selengkapnya...