Jumat, 12 November 2010
Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-42 tahun 2010 yang terdiri dari :
Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK):
1. Dr. Syarif Hidayat (LIPI)
2. Dr. Ninok Leksono (KOMPAS)
3. Dr. Dhaniel Dhakidae (LP3ES)
Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA):
1. Dr. Adi Santoso (LIPI)
2. Prof. (Ris) Dr. Leonardus Broto Sugeng Kardono (LIPI)
3. Dr. Susiani Purbaningsih DEA (UI)
Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa (IPT dan Rekayasa):
1. Dr. LT Handoko (LIPI)
2. Dr. Yudi Darma (ITB)
3. Dr. M. Mustofa Sarinanto (BPPT)
Setelah melalui proses menyeleksi, membaca dan menganalisis dengan seksama karya tulis ilmiah peserta karya tulis ilmiah terbimbing (LKIR) ke-42 tahun 2010, serta mendiskusikannya sesama Anggota Dewan Juri, dengan ini memutuskan dan menetapkan Finalis (LKIR) ke-42 tahun 2010 sebagai berikut:
Bidang IPSK
1. Pebrian, Alanikika Pratyaksa, dan Vina Nurlita, SMA Negeri 1 Malingping, Banten, dengan judul “30 Hari Menjadi Anak Nelayan: Kajian Tentang Kehidupan Sosial Keluarga Nelayan di Desa Muara-Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Lebak – Banten”
2. Hardiana Arsyad, SMA Negeri 1 Pinrang, Sulawesi Selatan, dengan judul “Tinjauan terhadap Nilai Kearifan Arsitektur Rumah Tradisional Bugis di Kabupaten Pinrang”
3. I Made Rumadi Putra, SMAN 8 Denpasar, Bali, dengan judul “Mengungkap Fenomena Desa Gelandangan-Pengemis (Gepeng) di Dusun Muntigunung dan Dusun Pedahan Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem Bali”
4. Christine Aprilia Sulistio dan Shoim Abdullah, SMAN 3 Merauke, Papua, dengan judul “Menelisik Kehidupan Masyarakat Eks Pelintas Batas yang Datang dari Negara Papua Nugini ke Kabupaten Merauke”
5. Latif Nugroho, Madrasah Aliyah Bilingual, Krian, Sidoarjo, Jatim, dengan judul “Pengetahuan Santri Pesantren Modern Al Amanah pada Media Internet dan Pengaruhnya terhadap Minat (Motivasi) Belajar dan Prestasi Akademik”
Bidang IPA
1. Rahmat Irkham Triaji dan Trisha Marselia, SMA Negeri 90 Jakarta, DKI Jakarta, dengan judul “Pemanfaatan Styrofoam Cair Sehat Hasil Pereduksian Monomer Stirena dengan Alfa Pinena Minyak Atsiri Kayu Putih dan Glikosida Sansevieria menjadi Benang Semi Sintetik”
2. Muhamad Risma Indi, Muhammad Ardiansyah Widianto, dan Mutiara Putri Nanda Rizki, Lembaga Pengkajian Ilmiah Diklat-LPI-Bina Bangsa, Jombang, Jawa Timur, dengan judul “MIC-RICE Fertilizer (Efektifitas Peran Mikrooganisme dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Perbanyakan Akar pada Pembibitan Tanaman Padi)”
3. Atina Husnayain, Moh. Hamilun Ni’am, dan Zainuri Mustofa, MAN Kota Kediri 3, Kediri, Jawa Timur, dengan judul “Keberadaan Asam Sianida (HCN) dalam Antibiosis antara Tali Putri (Cuscuta australis) dengan Famili Euphorbiaceae”
4. Rezza Putri Mahartika, Fauzizah Fatma Ningrum, dan Erissa Hanifah, MTsN Kediri II, Kediri, Jawa Timur, dengan judul “Pemanfaatan Sarang Telur Laba-Laba (Cocoon) dari Ordo Araneae sebagai Bahan Alami Alternatif Penutup Luka”
5. Yan Restu Freski dan Darmadi, Taman Pintar Science Club, Yogyakarta, DIY, dengan judul “Analisis Terhadap Pembelokan Aliran Sungai Opak saat Bermuara di Samudera Hindia (Studi Terhadap Faktor-faktor dan Proses Pembelokan Aliran Sungai)”
Bidang IPT dan Rekayasa
1. Sugianto dan Moh. Zehri, SMK Negeri Tambelangan,Sampang, Madura, Jawa Timur, dengan judul “Charger Handphone Berbasis Sinyal GSM”
2. Muh Imam Mukhtar Shidiq dan Agustina Slamet, SMKN 2 Depok Sleman, DIY, dengan judul “The Box Cleaner of Emission (Meminimalisir Polusi Gas Buang Kendaraan Bermotor pada Proses Penservisan)”
3. Irene Giarto dan Jessica Cleine Chairil, SMA Santa Laurensia, Serpong, Tangerang, Banten, dengan judul “Pengaruh Variasi Pola Anyaman Bakul, Tikar, dan Spider Web terhadap Kekuatan Impak Material Komposit untuk Bahan Pelindung Helm”
4. Budi Santoso, Elis Kartika Sari, dan Novita Sari, SMK Boedi Oetomo 2 Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah, dengan judul “Pembuatan dan Karakterisasi Peredam Suara dari Jerami Padi sebagai Bahan Baku Panel Akustik Ruangan serta Kabin Mobil”
5. Reyner Jong dan Andrey Halim, SMA Santa Laurensia, Serpong, Tangerang, Banten dengan judul “Pengembangan Material Komposit Menggunakan Bambu Tali (Gigantochloa apus) sebagai Pengganti Bahan Kayu dan Bahan Sintetik”
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengundang Saudara untuk melakukan pameran dan presentasi di hadapan Dewan Juri dalam acara Presentasi Finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-42 tahun 2010, yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Senin, 22 November 2010
Pukul : 09.00 WIB s.d selesai
Tempat : Hotel Bumi Wiyata
Jl. Margonda Raya, Depok, Jawa Barat
Apabila terdapat kekeliruan dalam pengumuman ini di kemudian hari, maka akan diperbaiki sebagaimana mestinya.
Panitia LKIR ke-42 Tahun 2010
Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10, Jakarta 12710
Telp (021) 5225711, Ext. 274
Fax. (021) 52920839
Selengkapnya...
Selamat Kepada REACH SMAN 90 yg Lolos Menjadi Finalis LKIR LIPI Ke 42, 2010, SELANGKAH MENUJU INTEL ISSEF 2011
Diposting oleh kirjas di 17.30 Category: INFO KOMPETISIGREAT SEMINAR "Membedah Kesalahan Berpikir Tentang Pemahaman Jenis-Jenis Karya Ilmiah"
Diposting oleh kirjas di 09.54 Category: Poster
REACH SMKN 20 Jakarta Bekerjasama dengan KIRJAS menyelenggarakan GREAT SEMINAR bertajuk "Membongkar Kesalahan Berpikir Tentang Pemahaman Jenis-Jenis Karya Ilmiah". Seminar ini di maksudkan untuk memberikan pengetahuan sakaligus pencerahan kepada siswa-siswi SMA/MA/SMK tentang jenis-jenis karya ilmiah (laporan penelitian, karya tulis, essay, paper, jurnal, dll. Banyak di antara para siswa yang tidak memahami secara definitif maupun harafiah pengertian dari jenis-jenis karya ilmiah, padahal pemahaman terhadap jenis-jenis karya ilmiah mutlak penting ketika siswa membuat ataupun mengikuti perlombaan dg fokus karya ilmiah. Tidak hanya itu, semakin banyak sekolah, organisasi, bahkan universitas yang menyelenggarakan kompetisi karya ilmiah, semakin memungkinkan timbulnya kesalahan pemahaman terhadap lomba karya ilmiah yang mereka maksudkam.
Training ini diharapkan dapat membentuk pemahaman siswa secara benar tentang jenis-jenis karya ilmiah, sehingga mereka dapat mengimplementasikannya dengan baik. Training ini akan dibawakan oleh master trainer KIRJAS Training Center Andy Setyawan S.Hum, yang telah terbukti kancahnya dalam dunia keilmiahan dengan banyak memenangkan kompetisi ilmiah, maupun dalam membimbing tim karya ilmiah.
Great Training ini, akan dibatasi pada peserta sebayak 100 orang. Untuk sekolah diwilayah Jakrta selatan undangan akan langsung dikirim / di fax ke alamat sekolah masing-masing. Sedangkan, untuk sekolah diluar Jakarta Selatan dapat order invitation dengan mencamtumkan : nama,nama sekolah, alamat sekolah, no tlp, dan email di blog ini, atau di FB KIRJAS: kir-jaksel@yahoo.com. Seminar ini GRATIS dan untuk peserta akan mendapatkan sertifikat "GREAT SEMINAR". Pelaksanaan seminar ini dimulai dari jam 12.30-16.00 di SMKN 20 Jakarta.Tidak hanya seminar, acara ini juga akan diisi oleh gelar teknologi dari KIRJAS dan beberapa sekolah binaan KIRJAS.
cp: Elvi: 083899484486, 021-95381869
Nori: 083894668774
AYO CEPAT MENDAFTAR, ATAU ANDA AKAN KEHILANGAN KESEMPATAN BERHARGA.............
Selengkapnya...
Andy Setyawan
Production Management PT Global TV
Ka. Dewan Perintis KIRJAS
Kadang kita sebagai manusia sering menganggap diri kita adalah makhluk yang paling sempurna, makhluk yang paling pintar, dan makhluk yang bisa menguasai apapun yang ada di dunia ini. Tanpa kita sadari sering kita menganggap diri kita sebagai penguasa dunia ini (setidaknya sebagai penguasa atas apa yang kita miliki, tubuh, harta benda, keluarga, dll), dan implikasi dari perilaku menguasai ini adalah pengintervensian kepada makhluk lain. Beberapa sifat dan prilaku kita mencerminkan ketidak berdayaan kita terhadap diri kita sendiri untuk memenuhi apa yang tidak bisa kita penuhi, sehingga mengandalkan orang lain untuk melakukannya. Atau dilain sisi menggambarkan keangkuhan kita untuk memiliki sesuatu tanpa mau berbagi dengan orang lain, dan karena takut apa yang kita miliki direnggut oleh orang lain.
Tuhan menciptakan langit dan bumi beserta isinya untuk dihuni oleh makhluknya yang sempurna yang bernama “manusia”. Tidak hanya manusia, Tuhan juga melengkapi dengan dua makhluk lainnya dengan tujuan untuk membantu dan “dimanfaatkan” oleh manusia, kedua makhluk itu adalah binatang dan tumbuhan. Dalam kitab suci (Islam) dijelaskan term bahwa manusia adalah makhluk paling tinggi derajatnya di muka bumi ini dibanding kedua makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Statement ini dirasa dapat dijelaskan secara ilmiah karena manusia merupakan organisme paling kompleks (struktur anatomi) dan memiliki otak dengan kemampuan untuk berpikir. Hal ini tentu sangat berbeda dengan kedua makhluk ciptaan Tuhan yang lain yang diciptakan Tuhan dengan hanya mengandalkan insting untuk bertahan hidup.
Selama hampir 2 tahun ini saya melakukan kajian tentang urgensi kebermanfaatan ketiga makhluk tersebut setidaknya untuk 3 hal dan dimensi: bumi, sesama makhluk hidup lain, dan historisitas. Dan di antara ketiga hal atau dimensi tersebut analisa saya manusia tidak menempati strata pertama dari segi kebermanfaatan dalam ke tiga dimensi tersebut. Saya akan berikan contoh sederhana:
1. Lebah menghasilkan madu yang dapat digunakan manusia untuk menjaga fitalitas.
2. Ulat Sutra menghasilkan benang dengan kualitas tinggi, yang bermanfaat bagi manusia untuk menunjukkan derajat kekayaan.
3. Domba rela kedinginan karena bulunya di kuliti untuk memenuhi kebutuhan sandang manusia.
4. Sapi rela mengorbankan nyawa hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia.
5. Bahkan hewan yang sering kita anggap menjijikkan “cacing” membantu menyuburkan tanah agar tumbuhan dapat tumbuh dengan baik.
6. Dan kadang kita suka lupa jika hewan dengan struktur yang sederhana seperti bakteri pengurai sangat berperan untuk menguraikan kotoran kita.
7. Kupu-kupu yang selama ini kita anggap hanya sebagai binatang estetika, ternyata merupakan indikator kebersihan lingkungan.
Beberapa contoh di atas adalah sekelumit manfaat binatang bagi kita manusia. Statement saya tentang strata manusia yang tidak bisa berada di atas, sedikit mulai terjawab di sini. Milyaran manusia di dunia ini tapi yang bisa memberikan manfaat bagi makhluk lain tidak lebih dari 5%-nya, dan selebihnya hanya mampu bergantung pada kedua makhluk lainnya. Ketika ada beberapa binatang yang rela mengorbankan diri (sapi, ayam, ikan) lalu apakah kita mampu mengorbankan diri kita untuk kemaslahatan makhluk hidup lain (analogi tidak berarti mengorbankan diri sama dengan kanibal).
Jika sebagian dari kita menganggap bahwa kita adalah makhluk paling bermanfaat bagi kelangsungan dunia dan kelangsungan hidup makhluk hidup di muka bumi ini. Lalu bagaimana dengan penyebab global warming yang kini gencar dikampanyekan?, bagaimana dengan nasib beberapa species yang musnah karena perburuan liar?, bagaimana nasib para penyandang cacat akibat industrialisasi di China?, dan bagaimana dengan bagaimana-bagaimana yang lain?. Bahkan untuk menjaga spesies kita (manusia) kita belum mampu. Kita sebagai manusia cenderung egoisentris dan dan hanya mementingkan kelangsungan hidup kita sendiri saja.
Jika anda mulai setuju dengan argumen saya, mari kita mulai mempertanyakan derajat akal budi dibanding insting. Saya pikir kita sepakat bahwa tingkat akal budi jauh lebih tinggi dibandingkan insting, jika insting hanya mampu memberikan perintah untuk “iya” atau “tidak” untuk melakukan sesuatu. Maka, akal budi mampu memberikan suatu implikasi (dampak) bagi keputusan atau tindakan yang kita perbuat. Jika kita memahami perbedaan di antara keduanya adalah seperti itu, lalu bagaimana dengan peran fungsi otak tersebut terkait pengimplementasian (laku dan sifat). Dari penjabaran saya di atas bahwa makhluk yang hanya mengandalkan insting merupakan makhluk yang dalam kenyataannya jauh lebih bermanfaat bagi makhluk lain. Lalu, apakah kita telah salah menempatkan akal budi pada tingkatan yang jauh lebih tinggi dibanding insting?. Jawabannya adalah “tidak” struktur akal budi merupakan komponen paling kompleks yang mampu bekerja lebih baik, dan lebih banyak dibandingkan insting. Perbedaannya adalah ketika binatang menggunakan insting untuk mekanisme kelangsungan hidup (walau terkadang semua tindakan insting terdorong oleh nafsu), sedang manusia menggunakan nafsu (hasrat yang berlebihan) pada tataran akal budi. Akal budi kita sering dikacaukan dengan perang nafsu (insting untuk berbuat berlawanan dengan akal budi) yang berakibat tindakan kita adalah segala tindakan yang berujung pada egoisentris dan sentimen pribadi.
Di penghujung akhir, setidaknya saya menyimpulkan bahwa pada dasarnya Setiap makhluk, dan setiap apapun kita pasti melakukan sesuatu. Sesuatu yang kita lakukan pasti memiliki 4 dampak
1. Bermanfaat untuk kita
2. Bermanfaat untuk orang lain
3. Merugikan diri kita sendiri
4. Merugikan orang lain
Ke empat implikasi tersebut di atas, hanya kita yang dapat menentukannya, dan lagi-lagi peran akal budi dituntut untuk membuat keputusan yang terbaiki bagi diri sendiri, makhluk lain, dan alam.
Selengkapnya...
Hajatan KIRJAS Sambut International Year of Chemistry (IYC) 2011
Diposting oleh kirjas di 08.44 Category: Coming Soon EventNew York, Paris, 30 December 2008 - The 63rd General Assembly of the United Nations has adopted a resolution proclaiming 2011 as International Year of Chemistry, placing UNESCO and the International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) at the helm of the event.
Ethiopia submitted the U.N. resolution calling for the Year, which will celebrate the achievements of chemistry and its contributions to the well-being of humanity. The Year will also draw attention to the UN Decade of Education for Sustainable Development 2005-2014. National and international activities carried out during 2011 will emphasize the importance of chemistry in sustaining natural resources.
Chemistry is fundamental to our understanding of the world and the cosmos. Moreover, molecular transformations are central to the production of food, medicines, fuel, and countless manufactured and extracted products. Through the Year, the world will celebrate the art and science of chemistry, and its essential contributions to knowledge, to environmental protection and to economic development.
“The International Year of Chemistry will give a global boost to chemical science in which our life and our future are grounded. We hope to increase the public appreciation and understanding of chemistry, increase young people’s interest in science, and generate enthusiasm for the creative future of chemistry,” declared the President of the International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC), Professor Jung-Il Jin.
“I welcome the opportunity to celebrate chemistry, one of the fundamental sciences,” said the Director-General of UNESCO, Koïchiro Matsuura. “Raising public awareness about chemistry is all the more important in view of the challenges of sustainable development. It is certain that chemistry will play a major role in developing alternative energy sources and in feeding the world’s growing population,” he added.
The year 2011, the 100th anniversary of the award of the Nobel Prize in chemistry to Mme Maria Sklodowska Curie, will also provide an opportunity to celebrate the contribution of women to science. The Year also marks the 100th anniversary of the founding of the International Association of Chemical Societies (IACS), which was succeeded by IUPAC a few years later. IACS and IUPAC were established to address the needs for international scientific communication and cooperation among chemists by standardizing nomenclature and terminology.
In 2007, the IUPAC Council unanimously endorsed the plan to obtain the proclamation of 2011 as the International Year of Chemistry. Less than a year later, UNESCO’s Executive Board recommended the adoption of such a resolution which was submitted by Ethiopia and agreed to support all efforts leading the UN General Assembly to declare 2011 the International Year of Chemistry.
IUPAC was formed in 1919 by chemists from industry and academia. For nearly 90 years, the Union has succeeded in fostering worldwide communications in the chemical sciences and in uniting academic, industrial and public sector chemistry in a common language. IUPAC is recognized as the world authority on chemical nomenclature, terminology, standardized methods for measurement, atomic weights and more. In recent years, IUPAC has been pro-active in establishing a wide range of conferences and projects designed to promote and stimulate modern developments in chemistry, and also to assist in aspects of education and public understanding of chemistry. More information about IUPAC and its activities is available at www.iupac.org.
UNESCO, founded in November 1945 as a specialized agency of the United Nations, contributes to the building of peace, the alleviation of poverty, to sustainable development and intercultural dialogue through education, science, culture, and communication. In fulfilling its mission, UNESCO functions as a laboratory of ideas and a standard-setter to forge universal agreements on emerging ethical issues. The Organization also serves as a clearinghouse – for the dissemination and sharing of information and knowledge – while helping Member States to build their human and institutional capacities in diverse fields. Through these activities, UNESCO promotes international co-operation among its 193 Member States and six Associate Members. Its programmes in natural sciences focus on mobilizing science knowledge and policy for sustainable development in the areas of basic sciences, science education, ecological and earth sciences, water sciences and climate change. More information about UNESCO and its activities in the natural sciences is available at www.unesco.org/science
Jung-Il Jin
IUPAC President
Tel : +82 2 3290 3123
E-mail: jijin@korea.ac.kr
c/o IUPAC Secretariat
Tel.: +1 919 485 8700
E-mail: secretariat@iupac.org
Kabar gembira buat semua pecinta kimia, karena satu tahun mendatang tepatnya tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011 (International Year of Chemistry – IYC 2011 – Our Life , Our Future, http://www.chemistry2011.org/). Gagasan Tahun Internasional Kimia 2011 ini pertama kali dicanangkan pada bulan Agustus 2007 pada pertemuan umum The International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) di Turin Italia. Gagasan ini ternyata disambut baik oleh dewan PBB dan pada pertemuan PBB bulan Desember 2008, IUPAC dan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyetujui untuk merayakan tahun 2011 sebagai Tahun Internasional Kimia. Tahun 2011 juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun penghargaan Nobel Prize Kimia untuk Mme Maria Sklodowska Curie, yang berarti juga peringatan akan kontribusi wanita ke ilmu sains.
Peranan kimia dalam kehidupan manusia begitu penting, seluruh materi baik padat, larutan dan gas tersusun dari berbagai unsur-unsur kimia dan bahkan seluruh proses kehidupan ditentukan oleh berbagai reaksi kimia. IUPAC dan UNESCO menyadari sudah saatnya untuk memperingati keberhasilan kimia dan sumbangannya bagi kehidupan manusia.
“Tahun Internasional Kimia akan meningkatkan apresiasi global terhadap perkembangan ilmu kimia dalam kehidupan kita dan masa depan kita. Saya berharap peringatan ini dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia dan meningkatkan ketertarikan kaum muda akan ilmu sains serta memberikan masa depan yang cerah bagi masa depan kimia”, sambutan dari Ketua the International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC), Professor Jung-Il Jin pada pertemuan PBB.
Saya menyambut kesempatan untuk memperingati kimia sebagai salah satu dasar dari ilmu sains,” ujar Koichiro Matsuura, Direktur Umum UNESCO, “Meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia adalah suatu hal yang sangat penting dalam rangka menjawab tantangan pembangunan yang berkesinambungan. Adalah hal yang mutlak bahwa kimia berperan penting dalam membangun sumber alternatif energi dan menghidupi populasi dunia yang terus berkembang” tambahnya.
Dalam memperingati Tahun Internasional Kimia 2011 akan direncanakan berbagai aktivitas dan event baik regional, nasional dan internasional yang didukung baik dari asosiasi kimia nasional, institusi edukasi, industri, pemerintahan dan organisasi non-pemerintahan. Aktivitas dan event ini berusaha memperkenalkan kepada publik luas tentang peranan kimia, memberikan solusi terhadap tantangan global, dan membangun generasi muda yang peduli terhadap sains.
(Soetrisno, www.chem-is-try.org)
- LPKS 3 2011 (Lomba Program Kreativitas Siswa) dg tema "create a great chemistry symposium.
- Simposium Nasional Kimia Molekuler
- LDP (Latihan Dasar Penelitian) dg tema "Kimia & Lingkungan Hidup)
- Secangkir Kopi "Membongkar Misteri-Misteri Kimia dalam Kehidupan Sehari-Hari" bersama pakar-pakar Kimia dr Puspitek Serpong
Selengkapnya...


