Materi Training Leadership LCamp 3 2010
Oleh : Andy Setyawan S.Hum
Setiap pemimpin besar memiliki kecenderungan untuk memberikan motivasi untuk bawahannya dan orang lain di sekitarnya. Dan tak jarang motivasi-motivsi tersebut menjadi jargon hidup yang mampu menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu.
People ask the difference between a leader and a boss ... The leader leads, and the boss drives. (Theodore Roosevelt)
All men can stand adversity, but if you want to test a man's character, give him power. (Abraham Lincoln )
Leaders must be close enough to relate to others, but far enough ahead to motivate them. (John Maxwell)
The quality of a leader is reflected in the standards they set for themselves. (Ray Kroc)Each of you is a leader, and each of you will be held accountable for your leadership (Muhammad SAW).
LEADER-SHIP
“Aktifitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela”.(George R Terry)“Pengaruh antar pribadi yang dilakukan dalam situasi dan diarahkan, melalui proses komunikasi, pada pencapaian tujuan tertentu”.(Robert Tannenbaum, et al)
Dari beberapa definisi leadership di atas setidaknya kita dapat menarik suatu benang merah bahwa pada dasarnya leadership adalah suatu kegiatan tentang bagaimana seseorang mampu untuk mempengaruhi orang lain. Konteks mempengaruhi di sini setidaknya memerlukan dimensi verbal (pembicaraan) dan dimensi aktual yaitu sikap atau perbuatan. Menjadi pemimpin berarti telah siap dan mampu bekerja bersama-sama dengan orang yg memiliki karakter berbeda. Tidak hanya itu, sebagai pemimpin kita dituntut untuk bisa membawa orang-orang dengan karakter berbeda itu pada satu tujuan yang sama.
Saya berusaha untuk menarik dan menyarikan kata “Leadership” menjadi 2 suku kata “Leader” dan “Ship”. Kata leader mungkin tidak begitu aneh bagi kita, namun sekarang pertanyaan besar muncul: “lalu apa hubungannya leadership dengan “ship” =kapal?”. Penyarian kata ini ternyata memiliki inner makna yang cukup signifikan dengan ditariknya kata “ship” menjadi kesatuan kata “leadership”. Kapal dianalogikan sebagai pemimpin yang akan membawa penumpangnya (dalam bahteranya) mengarungi lautan kehidupan yang dikelilingi oleh ombak untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Tugas pemimpin sebagai bahtera digambarkan sebagai orang yang membatasi (memborder) anggotanya agar tidak keluar dan tenggelam dalam ombak permasalahan, menjaga tiap anggotanya agar terhindar dari ancaman luar, dan memfasilitasi keperluan semua anggotanya.
Gaya Kepemimpinan
Dalam aplikasi kepemimpinan, setidaknya ada 3 pendekatan gaya kepemimpinan yang biasa diterapkan oleh pemimpin-pemimpin besar:
_Otoriter_
Ditandai dengan pengambilan keputusan yang tanpa kompromi, kaku, serta tidak boleh adanya kritik atau protes dari orang lain.
_Laissez Faire_
Ditandai dengan keputusan yang ditandai dengan sikap masa bodoh, pemimpin tidak mau tahu situasi dan kondisi organisasi
_Demokratis_
Pemimpin yang mampu mengakomodasi keinginan dan harapan dari semua komponen yang ada di dalam suatu organisasi
Dari ketiga pendekatan gaya di atas, model demokratis memang dirasa sebagai gaya kepemimpinan yang ideal dan paling banyak diterapkan. Hal ini lebih dikarenakan bahwa hanya dalam gaya ini semua orang (termasuk bawahan) memiliki kesempatan yang sama untuk mengeluarkan pendapat dan aspirasi. Namun begitu, tidak berarti ke dua tipe lainnya tidak baik diaplikasikan dalam gaya kepemimpinan. Sikap oteriter kadang mutlak diperluakan ketika terlalu banyak kepala (orang) yang berbicara dan berkeras hati, dengan sikap ini pengambilan keputusan dapat diserahkan secara penuh pada pimpinan tanpa campur tangan anggota. Begitupun dengan sikap acuh tak acuh, pemimpin besar adalah pemimpin yang tidak membesar-besarkan (acuh) masalah kecil. Sikap acuh dibutuhkan untuk mengurangi resiko provokasi yang mungkin dilancarkan oleh rival seorang pemimpin. Sehingga, dengan sikap ini seorang pemimpin akan selalu terjaga dan siap siaga dari segala bentuk ancaman provokasi dari luar.
Gambar 2 pemimpin besar di atas memberikan contoh tanggung jawab pemimpin terhadap rakyatnya walaupun dengan cara yang bertolak belakang. Hitler melakukan pembantaian massal terhadap bangsa Yahudi karena ia menganggap bahwa kelak bangsa Yahudi dengan kepandaiannya dapat memberikan ancaman besar terhadap bangsa Jerman. Sedang, Soekarno semenjak tahun 60an telah mengumandangkan untuk “Ganyang Malaysia” hal ini dikarenakan Soekarno juga melihat ancaman serius dari sikap dan kebiasaan bangsa Malaysia yang selalu mencontek dari Indonesia, pada saat itu Ia telah memprediksi bahwa jika kita tidak memiliki sikap yang tegas kepada Malaysia maka kelak Malaysia yang akan mengintimidasi Indonesia.
Fungsi Kepemimpinan
1.Pengambil Keputusan (keberanian dan resiko tinggi)
2.Instruktif (memerintahkan anggota melakukan atau tidak melakukan sesuatu)
3.Konsultatif (konsultasi dalam rangka menyelesaikan masalah yang dihadapi)
4.Partisipatif (partisipasi pemimpin membantu pekerjaan anggota)
5.Delegatif (memberikan wewenang pada bawahan menyelesaikan tugas sesuai wewenangnya) 
Fase Pertama, Masa Kolonial Belanda sampai 1953, yang dapat disebut fase mandor atau fase klerek. Masa ini adalah sebagai “masa primadona administrasi” (administratie), dimana administrasi memegang peran penting. Dalam kaitan ini, penguasa kolonial Belanda yang cenderung otokratis menempatkan para pemimpin inlander hanya pada level mandor, klerek, kopral atau sersan dan sebagainya yang menjelaskan bahwa para pemimpin ini hanya sampai pada aras operasional. Pemimpin aras operasional ini ini hanya berperan sebagai “middle administrator” atau “supervisor kerja” saja bukanlah manajer atau top leader, karena top leader hanyalah kelompok kolonial yang diyakini oleh mereka bahwa mereka lahir untuk memimpin.
Fase Kedua, tahun 1953 sampai dengan 1970-1980. Fase ini dapat disebut fase perkembangan administrasi dan manajemen. Pada era ini ilmu administrasi sangat populer di Indonesia, yang ditandai dengan adanya akademi-akademi administrasi dan kesekretariatan. Dalam bidang pemerintatahan, Lembaga Administrasi Negara (LAN) memegang peran utama untuk mengembangkan pemimpin untuk bidang pemerintahan.
Fase Ketiga, tahun 1980-2000 sampai saat ini, yang dapat disebut sebagai fase kepemimpinan baru atau fase kepemimpinan global. Fase ini diawali dengan adanya upaya mengembangkan ilmu yang disebut Manajemen Sumberdaya Manusia (Human Resources Management yang dibedakan dengan Personnel Management pada era sebelumnya).
Dr. Yakob Tomatala, YT Leasdership Foundation
Pemimpin Harus memiliki Sense of Communication yang Luar biasa, karena dalam komunikasi terdapat kata yang memiliki banyak fungsi:
Notes: Cogito ergosum merupakan jargon terkenal yang diungkapkan oleh filsuf besar bernama Descartes untuk menggambarkan eksistensi manusia. Di mana “Cogito Ergosum” sendiri berarti “saya berpikir maka saya ada” , kegiatan berpikir diidentikkan sebagai kegiatan khas manusia yang membuat manusia bereksistensi di dunia ini dengan alam dan manusia lain. Eksistensi manusia itu sendiri akan terealisasi dengan “Being” dan “Becoming”nya. Being diartikan sebagai “ada” (ada-nya manusia), ada di muka bumi ini, dan ada dalam suatu dimensi, being tidak akan bermakna apa-apa jika Ia tidak melalui proses “becoming” atau menjadi. Jadi dengan perkataan lain bahwa manusia adalah sebagai makhluk “ada” yang sekaligus “menjadi”, dan karena ada dan menjadi inilah manusia menjadi makhluk yang bereksistensi di dunia ini.

Pada kenyataannya konsep memimpin adalah bertolak belakang dengan konsep melayani (abinding paradox), kedua kegiatan tersebut biasanya dilakukan oleh orang dengan profesi yang sangat-sangat berbeda (dua paradox yang terlalu jauh). Kegiatan memimpin sangat erat kaitannya dengan pemimpin, direktur, bos, presiden, dll. Namun sebaliknya, kegiatan melayani biasanya dilakukan oleh pelayan ataupun oleh para bawahan pemimpin. Kedua paradox (hal bertentangan) ini ternyata mensyaratkan kondisi kepemimpinan yang ideal, dalam artian pemimpin yang baik tidak hanya melekat akan tugas kepemimpinannya saja, namun juga harus dapat melayani dan memfasilitasi bawahannya agar dapat bekerja secara maksimal karena adanya perhatian atasan kepada bawahannya. Penggabungan paradox inilah yang nantinya berimplikasi pada timbulnya “Par Excellence” atau dengan kata lain pemimpin terbaik yang tidak ada bandingannya.
Leaders = Share Vision, Real Mission
VISI
Pandangan jauh ke depan, angan-angan, Impian, idaman, cita-cita.
1. Melaksanakan tugas dengan standar kinerja tinggi.
2. Membersihkan unsur-unsur KKN di daerah.
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
4. Membangun SDM yang mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain.
5. Menjadi teladan bagi daerah lain.
6. Membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.
MISI
Implikasi dr Visi, memiliki target yang jelas dan langkah – langkah konkrit yang strategis
1.Menciptakan suasana yang nyaman dengan rutinitas pertemuan.
2.Meningkatkan skill research anggota.
3.Meningkatkan self quality anggota dengan training-training strategis.
Pemimpin adalah orang yang merubah masalah jadi modal utama.
Dilaporkan,, Tom Watson dari IBM pernah ditanya: “apakah anda akan memecat seorang karyawan yang membuat kesalahan sehingga merugikan IBM sebesar $6000.000. Dan sontak ia berkata “Tidak dong, baru saja saya membelanjakan pengalaman yang berharga seharga $6000.000 untuk melatihnya, mana mungkin saya mau orang lain memanfaatkan pengalaman ini”.
Pemimpin yang baik pada dasarnya adalah mereka yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada bawahannya (costumer focused), membebaskan diri dari paradigma kordinasi digital (memerintah dari atas meja, telepon, by email, dll) menjadi pemimpin yang mampu berkordinasi langsung dengan bawahan (turun ke lapangan), memantau setiap progress pekerjaan bawahan, dan berusaha care dengan masalah yang dihadapi bawahan. Tidak hanya itu, seorang pemimpin juga harus betul-betul mengerti kelemahan dan kekuatan bawahan, agar nantinya tidak terjadi tindih kemampuan (seseorang mengerjakan sesuatu tidak pada keahliannya) yang mengakibatkan tidak maksimalnya hasil dari suatu pekerjaan yang dikerjakan. Memimpin pada level emosional juga mutlak perlu dilakukan oleh seorang pemimpin, hal ini dikarenakan hanya pada level emosionallah interaksi personal dapat dibangun dan pada akhirnya akan menimbulkan ikatan batin yang kuat antara atasan dan bawahan. Dan terakhir, kesan – kesan yang ditimbulkan dari seorang pemimpin kelak akan menjadi acuan dalam membuat visi kedepan suatu kepemimpinan seorang pemimpin.
Seorang pemimpin adalah orang yang tidak membuang-buang waktu senilai $1.00 untuk keputusan yang bernilai $1.00
Dan pada akhirnya leadership adalah zero, bukan zero kosong dan tanpa apa-apa. Melainkan zero yang memiliki border yang kuat dan solid dan tidak terpecah arah. Pemimpin adalah border dalam suatu organisasi, perusahaan, lembaga, dll. Yang harus menjaga dan memfasilitasi bawahannya dengan berbagai macam sikap dan keharusan yang telah dipaparkan di atas.
Selengkapnya...

Quote:
Waspadalah bila anda mencium bau gas di dapur anda. Tak perlu panik, hampiri tabung gas, lepaskan regulator, bawa tabung ke luar. Periksa apakah tabung mengeluarkan desis dari mana saja. Bila iya, biarkan tabung ditempat terbuka sampai gasnya habis. Jangan biarkan ada yang mendekat. Bila tak terdengar desis, tabung anda baik-baik saja. Mungkin ada yang lupa mematikan kompor, padahal api kompornya padam karena sesuatu sebab. Buka pintu dan jendela dapur. Biarkan sampai bau hilang, jangan menyalakan atau mematikan lampu atau apapun yang ada di dapur sampai bau hilang.
Semua berita mengenai “ledakan tabung Elpiji” tidak ada yang mengkonfirmasi ditemukan tabung yang pecah atau sobek karena isinya meledak. Tak cukup alasan bagi tabung Elpiji untuk meledak. Jutaan tabung dilempar-lempar, dipanggang terik matahari, semua siksaan ini dapat ditahan oleh baja dan lasan tabung, sekalipun tabung tidak ber-SNI karena bikinan Cina (tapi berlogo Pertamina).
Jadi, menurut hemat penulis, tabung tak akan meledak pada suhu normal (tekanan sekitar 7 atmosfir) karena tabung dirancang tahan sampai 28 atmosfir
Kemungkinan besar, Elpiji bocor dengan deras dari tabung, melalui celah antara katup tabung dan regulator, lantaran sekatnya tidak melaksanakan tugas seperti seharusnya.
Gambar-2 menunjukkan sekat dimaksud, yakni cincin yang terbuat dari karet, berwarna hitam.
Mekanisme pemasangan regulator untuk tabung 3 dan 12 kg adalah tipe clip-on. Gambar-3 adalah diagram yang memperlihatkan mekanisme penahan regulator dan pembuka katup, regulator pada posisi OFF.
menunjukkan posisi “regulator ON”. Pengait menahan regulator tetap ditempat, plunger menekan katup sehingga membuka, mengalirkan uap Elpiji ke dalam regulator.

Ilustrasi pemasangannya pada tabung
Perhatikan bahwa hanya ada satu pengait, sehingga regulator dapat bergoyang-goyang bila tersentuh. Demikian pula, hanya ada satu penyekat antara regulator dengan katup. Cincin penyekat itu. Tabung, katup, regulator, dan selang bukanlah penyumbang utama dalam musibah Elpiji di tanah air. Benda-benda ini dipakai juga di banyak negara tanpa menimbulkan masalah berarti. Regulator tipe clip-on adalah favorit karena kemudahannya dalam memasang dan melepaskannya. Tekanan yang masuk ke regulator adalah tekanan penuh dari Elpiji. Di negri kita berkisar antara 5 sampai 7 atmosfir, tergantung campuran elpijinya dan suhu ruang Tekanan ini cukup besar, kira-kira sama dengan tekanan kompressor tambal ban di pinggir jalan.
Tekanan sebesar ini sepenuhnya harus ditahan oleh cincin sekat hitam yang ditunjukkan pada Gambar-2. Inilah tempat kebocoran utama yang dapat membuat ruangan menjadi eksplosif. Inilah sambungan yang paling rawan, danbocor atau tidak ditentukan oleh kualitas cincin penyekat (seal) ini. Tentu saja bila mulut katup pada tabung penyok atau cuil berat bagian tengahnya, seal sebaik apapun tak dapat menyekat.
Masih ada dua sambungan lagi yang juga diributkan, yakni sambungan antara regulator dengan selang, dan diujung selang lainnya, yaitu sambungan antara selang dengan kompor. Kedua sambungan ini tidak menanggung beban berat, karena tekanan dalam selang, yaitu tekanan keluaran dari regulator, sangat rendah. Tekanannya cuma sekitar 30 milibar (1,03 atmosfir). Tekanan sebesar ini tidak dapat keluar dari lubang yang dibuat dengan tusukan jarum pada selang. Seandainyapun keluar, jumlahnya tak akan cukup untuk membuat ruangan menjadi eksplosif, karena gas lebih cepat menyebar dibandingkan dengan pasokan dari kebocoran disini.
Selain itu regulator juga memiliki kapasitas, yang membatasi aliran gas yang keluar. Kapa sita s umum regulator clip-on adalah 2 kilogram per jam. Gas bocor sebanyak 2 kg dalam dapur dengan ukuran sedang dapat meledak bila terpicu bunga api dari saklar lampu yang dinyalakan atau dimatikan.
Jadi kalau selang putus, dan tak diketahui selama sejam, bahaya mengancam.
Kebocoran pada seal yang tidak baik mutunya bisa lebih dari 2 kg per jam.
Bagaimana kebocoran pada kompor, misalnya karena lupa tidak mematikan katup kompor padahal kompor tidak menyala? Kepala kompor yang normal kapasitasnya mungkin seperempat kilogram per jam. Dapur bisa berbahaya bila ada satu kepala kompor yang tidak ditutup dalam waktu semalam.
Sebagai langkah pengamanan, Elpiji untuk konsumsi masyarakat harus diberi bau dengan kadar minimal 25 mililiter per ton Elpiji. Pembau yang digunakan adalah ethyl-mercaptan, senyawa hidrokarbon dengan belerang, baunya seperti durian atau telur busuk, tergantung siapa yang menciumnya. Ini zat tak berwarna dengan keenceran seperti bensin premium, dan cair dalam suhu dan tekanan ruang. Oleh karena itu ia harus dilarutkan dengan baik dalam Elpiji, agar bila elpiji bocor, dia juga keluar dan memberikan peringatan kepada yang menciumnya. Baunya kini dikenal sebagai “bau gas”.
Jadi masalahnya bukan tabung, regulator, selang atau kompor . Tapi penyekat karet kecil itu dan kadar pembau dalam Elpiji.
Masa Kadaluwarsa Tabung LPG
Tahukah anda jika TABUNG nya gas elpiji ada masa kadaluwarsa- nya ?
Jika anda beli gas, harap diperiksa lebih dahulu, kapan TABUNG tersebut berakhir masa pakainya.
Penulisan kadaluwarsa berupa "ALFA CODE". Contoh: " A 09 "
A = Januari - Maret
B = April - Juni
C = Juli - September
D = Oktober - Desember
maka A 09 adalah : Jan- Mart tahun 2009
Info: Yun Setyoko (Production PT Global TV)
Selengkapnya...

L Camp atau Leadership Camp, merupakan serangkaian dari alur kekerabatan KIRJAS. setiap anggota baru KIRJAS wajib untuk mengikuti kegiatan ini. dengan kegiatan ini di harapkan akan timbul benih-benih kepemimpinan di dalam diri anggota KIRJAS. Kepemimpinan mutlak diperlukan karena dalam membangun suatu organisasi yang kokoh, dibutuhkan pemimpin yang kuat pula.
berdasar latar belakang tersebut KIRJAS tahun ini kembali menyelenggarakan L Camp 3,untuk memfasilitasi rekan-rekan yang baru bergabung di KIRJAS dengan segala aktivitas kepemimpinan. L Camp tahun ini dipusatkanadapun beberapa materi yang akan di berikan kepada peserta adalah:
1. Training "LEADERSHIP IS ZERO" Oleh master trainer Andy Setyawan S.Hum
2. Training "Psikologi Kepribadian" Oleh Vya(DP KIRJAS)
3. Training “Woman Leadership” Oleh Elvi Robiatu Adhawiyah
4. Training “Do You Still Wanna Be Single” Eka Rachmawaty S.Psi
Selain kegiatan training di atas, L Camp juga akan diisi oleh kegiatan outing yg terdiri dari 2 bagian:
1. Problem Solves in Night
2. Leader in team
Tidak hanya itu, Lcamp juga akan diisi oleh kuis dan games problem solving, renungan, dan malam keakraban.
tiap peserta diharapkan agar membawa peralatan tulis, papan jalan, perlengkapan mandi dan ibadah, jas hujan plonco, serta makanan ringan.
kelompok 1 koordinator eco
No. Nama Skolah
1 Arsy SMA N 109
2 Marwah SMA N 90
3 Arya SMA N 90
4 Nisrina SMK N 20
5 Ahmad SMA N 55
6 Gledy SMA N 79
7 Putri SMA N 79
8 Fajar MAN 19
9 NurlailaMAN 19
10 Dita Man 7
Kelompok 2 koordinator maulana
No Nama Sekolah
1 Gusty SMA N 90
2 Jery SMK N 20
3 Intan SMK N 20
4 Syifa SMK N 20
5 Riri SMA N79
6 Hanan SMA N 32
7 Nur SMA N 55
8 Pipit Man 7
9 Rizky Man19
Kelompok 3 koordinator unie
No. Nama Sekolah
1 Hilda SMA N 55
2 Dini SMA N 55
3 Bimo SMA N 109
4 Carlo SMA N 109
5 Irham SMA N 90
6 Icha SMA N 90
7 Diana SMA N 109
8 Yoy0 SMK N 20
9 Dewi SMA N 32
Kelompok 4 koordinator fikri
no Nama Sekolah
1 Firdaus SMA N 55
2 Eni SMA N 55
3 Fitrah SMA N 109
4 Pinten Man 19
5 Tety SMA N 90
6 Titha SMA N 109
7 Anin SMA N 79
8 Hilda SMA N 79
9 Faten Man 4
Kepada para peserta selamat mengikuti kegiatan L Camp dengan baik,,dan semoga mendapat banyak manfaat dari diadakannya event ini.
Selengkapnya...
Pemenang dari Lomba Karya Ilmiah Remaja Jakarta Selatan melanjutkan perjalanannya menuju DKI pada tanggal 28 Juni sampai dengan 29 Juni di daerah Ciloto. Pemenang Jakarta Selatan yang mewakili DKI di bidang IPA kelompok yaitu PEMANFAATAN LIMA RUAS TULANG TERBELAKANG THUNNUS ATLANTICUS (IKAN TUNA) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SNACK TULANG IKAN BERKALSIUM TINGGI oleh SMA N 90 Jakarta. dan dari perorangan PEMANFAATAN EKSTRAK BANDOTAN DALAM PEMBUATAN SABUN HERBAL oleh MA N 7 Jakarta. Selanjutnya pemenang kelompok di bidang IPS yaitu PENGARUH PEMBERIAN TREATMENT PENGUAT CITA-CITA DALAM HISTORITAS HIDUP TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI ANAK YATIM DIPANTI ASUHAN berasal dari SMAN 90 Jakarta dan dari perorangan KORELASI ANTARA POLA REHABILITASI SOSIAL DENGAN PEMULIHAN DIRI WANITA TUNA SUSILA DIPANTI SOSIAL KARYA WANITA MULYA JAYA JAKARTA oleh MA N 7 Jakarta. Dan bidang rekayasa teknologi yaitu SMARTY BIOBRIKET STOVE (SELF PRESS AND AUTO SMOKE TO LIQUID INTEGRATED) oleh SMA N 90 dan dari perorangan LEAF SCHYTER 2nd GENERATION oleh SMA N 34 Jakarta.
Para peserta sampai di Ciloto pukul 10.00, selanjutnya mereka mengisi daftar hadir yang disediakan oleh panitia sambil merapikan barang bawaan di kamar masing-masing peserta, kemudian peserta diberikan makan siang dan istirahat selama beberapa jam. Acara dimulai dengan pembukaan perlombaan tingkat DKI dimulai dari sambutan sampai perkenalan setiap perwakilan dari setiap daerah yang dimulai pada pukul 13.30, dalam pembukaan tersebut para peserta medapatkan pengarahan selama lomba berlangsung. Selama berada disana mereka diberikan pengarahan sebelum melakukan presentasi dan diberikan peraturan-peraturan yang harus dilakukan selama perlombaan. Saat proses penjurian mereka mempresentasikan dengan tempat yang berbeda, namun yang pertama kali presentasi yaitu perseorangan IPA dan dilanjutkan dengan kelompok IPA. Selanjutnya menjelang maghrib kelompok IPS melakukan presentasi. Setelah maghrib tiba para peserta diberikan istirahat, setelah itu dilanjutkan dengan presentasi pukul 7.30. Perwakilan perorangan dari rekaya teknologi presentasi pada pukul 8.30, setelah itu dilanjutkan dengan presentasi kelompok rekayasa teknologi dan beberapa menit kemudian perorangan IPS pada waktu yang bersamaan mempresentasikan penelitiannya. Pukul 22.00 presentasi selesai dilaksanakan, seluruh peserta diberikan waktu istirahat untuk menanti pengumuman pada hari selasa, 29 Juni 2010.
Pada pagi harinya para peserta perwakilan selatan melakukan olehraga pukul 06.00 sampai 7.30, setelah itu mereka sarapan, mandi dan merapikan barang-barang untuk bersiap-siap pulang kembali ke Jakarta. Setelah itu pada pukul 11.30 seluruh peserta berkumpul di ruangan audio visual untuk mendengarkan pengumuman dari hasil presentasi setiap wilayah. Hasilnya perwakilan Jakarta Selatan kelompok IPA dengan judul penelitian PEMANFAATAN LIMA RUAS TULANG TERBELAKANG THUNNUS ATLANTICUS (IKAN TUNA) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SNACK TULANG IKAN BERKALSIUM TINGGI oleh SMA N 90 Jakarta, mendapatkan Juara II tingkat DKI Jakarta, kemudian kelompok bidang IPS mendapatkan juara III tingkat DKI Jakarta dengan judul penelitian PENGARUH PEMBERIAN TREATMENT PENGUAT CITA-CITA DALAM HISTORITAS HIDUP TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI ANAK YATIM DIPANTI ASUHAN dan dalam perorangan bidang IPS mendapat juara I tingkat DKI Jakarta dengan judul KORELASI ANTARA POLA REHABILITASI SOSIAL DENGAN PEMULIHAN DIRI WANITA TUNA SUSILA DIPANTI SOSIAL KARYA WANITA MULYA JAYA JAKARTA oleh MA N 7 Jakarta., sealnjutnya perorangan bidang rekayasa teknologi sebagai pemenang Juara I dengan judul penelitian LEAF SCHYTER 2nd GENERATION oleh SMA N 34 Jakarta sedangkan kelompok IPA mendapatkan Juara II dengan judul penelitian SMARTY BIOBRIKET STOVE (SELF PRESS AND AUTO SMOKE TO LIQUID INTEGRATED) oleh SMA N 90. Setelah pemberian piala para pemenang melakukan foto bersama seluruh bjuri maupun para petinggi yang menghadiri acara, setelah itu acara ditutup oleh doa dan makan siang, selanjutnya para peserta menuju Jakarta pada pukul 16.00.
Selengkapnya...
Teka Teki Klasik "Ayam Atau Telur, Mana Lebih Dahulu?" terpecahkan secara ilmiah
Diposting oleh kirjas di 15.33 Category: Artikel LepasDisadur, dr Viva News, 15 Juli 2010
VIVAnews - Para ilmuwan berhasil menjawab salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam, atau telur?
Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.
Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut.
"Apa yang kami temukan adalah 'kecelakaan' yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur."
Menurutnya, selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur.
"Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia."
Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya.
"Masalahnya, kita tak tahu bagaimana ayam membuat cangkangnya."
Tim peneliti lalu menggunakan komputer super milik Dewan Riset Sains Inggris (UK Science Research Council) yang berbasis di Edinburgh. Komputer itu dinamakan HECToR (High End Computing Terascale Resource).
"Kami ingin menelusuri bagaimana telur terbentuk, dengan melihat proses detail telur secara mikroskopis."
Yang pertama dicari adalah, mengetahui 'resep' yang digunakan ayam untuk membuat cangkang telur.
"Dengan bantuan komputer canggih, Kami memecahkan masalah ini selama berminggu-minggu. Sementara, ayam bisa menyusun cangkang itu hanya dalam semalam."
Lucunya, pemilihan cangkang telur ayam sebagai fokus penelitian benar-benar tak disengaja. Para peneliti memilih telur ayam karena proteinnya sederhana untuk ditelaah.
Namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. "Kami memecahkan teka-teki sepanjang masa. Ini mengagumkan."
Hasilnya, ditemukan protein khusus yang ada di tubuh ayam. Protein itu adalah adalah 'tukang bangunan' tanpa lelah, menyusun bagian-bagian cangkang mikroskopis membentuk cangkang telur.
Protein itu menginisiasi proses pembentukan cangkang sebelum menyusun bagian telur yang lain.
Tanpa protein pembangun tersebut, telur tak mungkin terbentuk. Dan, protein itu hanya ditemukan di rahim ayam. "Itu berati ayam ada duluan sebelum telur."
Tapi, dari mana ayam berasal?
Beberapa teori mengatakan, nenek moyang ayam menciptakan telur zaman Dinosaurus.
"Penemuan kami sangat potensial. Sebab, cangkang telur dibentuk dari banyak kristal kecil. Kita bisa menggunakan informasi ini untuk mengetahui cara membuat dan menghancurkan struktur kristal lainnya."
Sebagai contoh, untuk menghilangkan kerak di ceret maupun pipa. Penelitian ini juga berimplikasi medis.
"Karena tubuh kita menggunakan metode yang sama untuk membuat gigi dan tulang, kita bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membangun kembali tulang manusia."
Selengkapnya...
Oleh: Andy Setyawan
Production Management PT Global TV
Disadur dari intranet RCTI
Sering kita denger mengenai rating sebuah program di salah satu stasiun tipi tinggi atopun rendah. Nah, darimanakah sebuah program itu bisa dikatakan ber rating tinggi ato rendah? dan pastinya berimbas pada jumlah iklan pada programnya. Semakin tinggi rating nya, semakin banyak pula jumlah iklannya.. Mungkin ini bisa menambah wawasan kek ane neh nyang belum tawu soal peratingan..Monggo di cekidooot ajah
Bagaimana pengambilan data kepemirsaan televisi dilakukan?
Pesawat-pesawat TV dan peralatan lain yang dihubungkan dengan TV, misalnya DVD player, Play Station, dll di masing-masing rumah panel dipantau secara elektronik oleh sistem Peoplemeter. Masing-masing anggota rumahtangga diberikan sebuah tombol khusus pada handset Peoplemeter (misalnya tombol 1 untuk Ayah, tombol 2 untuk Ibu, dsb). Anggota rumahtangga diminta untuk menekan tombol handset pada saat menonton TV, dan menekan kembali ketika selesai menonton. Pengambilan data dilakukan melalui dua sistem, yaitu online dan offline. Pada sistem online, data diambil setiap malam melalui sistem telepon yang diset secara otomatis dan dihubungkan dengan sistem pengolahan data sentral di kantor AGB Nielsen Media Research. Sistem online ini dilakukan untuk penarikan data harian (daily rating) di kota Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Sedangkan rumah panel yang masih offline di kota lainnya akan didatangi petugas Liaison Officer untuk mengganti modul (alat perekam data) setiap hari Minggu untuk data kepemirsaan hari Minggu hingga Sabtu pada minggu sebelumnya.
Siapa saja yang dijadikan panel dalam pengukuran kepemirsaan televisi (Television Audience Measurement)?
Anggota dari rumahtangga yang memiliki pesawat televisi dalam kondisi berfungsi dengan baik dan berusia 5 tahun ke atas. Semua rumah tangga di 10 area survei AGBNielsen memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi panel melalui penyaringan dan pemilihan dengan metode stratified random sampling (penarikan sampel secara acak bertingkat yang dimulai dari tingkat kotamadya hingga ke tingkat RT/Rukun Tetangga; dari masing-masing RT terpilih dipilih satu rumahtangga untuk menjadi panel). Dengan demikian, tidak ada satu rumahtangga pun yang dapat mengajukan diri untuk menjadi panel.
Bagaimana metode Stratified Random Sampling dilakukan dalam proses pemilihan panel?
Pertama-tama, 50 unit rumah tangga dalam lokasi yang memiliki TV dan berada pada lokasi yang berdekatan dikelompokkan dalam sebuah Primary Sampling Unit (PSU). Kemudian, pada masing-masing PSU, rumah-rumah dalam interval tertentu didata demografinya. Kemudian hasil pendataan tersebut dikompilasi, dan dipilih secara acak rumah tangga untuk dijadikan panel dengan mempertimbangkan proporsi umur, gender, serta SES sesuai dengan kondisi populasi. Proporsi populasi didapatkan dari hasil TV Establishment Survey.
Apakah yang dimaksud dengan TV Establishment Survey ?
TV Establishment Survey merupakan survei yang dilaksanakan secara tahunan dan bertujuan untuk :
1. Menetapkan ukuran dan profil demografi penduduk yang memiliki televisi di kota-kota yang dijadikan target Peoplemeter, juga karakteristik penerimaan televisi serta detail kepemilikan barang-barang rumah tangga dari rumah-rumah di area-area itu.
2. Untuk mengidentifikasi variabel-variabel demografik untuk penghitungan jumlah populasi yang sebenarnya dan proyeksi selama pembuatan TV rating. Juga untuk mengetahui jumlah total masing-masing variabel.
3. Untuk membentuk kelompok rumah tangga menjadi panel Peoplemeter.
4. Untuk menetapkan atau meninjau variabel kontrol dan matrix kontrol untuk pemeliharaan panel.
Mengapa tingkat penyebaran panel tidak sama di tiap kota?
Survey AGBNielsen mencakup 10 kota besar, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar, dan Banjarmasin. Tingkat penyebaran panel didasarkan pada survei awal atau Establishment Survey (ES) di 10 kota tersebut. Dari ES, akan didapatkan jumlah rumah tangga (berusia 5 tahun ke atas) yang memiliki TV yang berfungsi dengan baik atau disebut populasi TV. Dari populasi TV, akan diperoleh proporsi populasi TV untuk masing-masing area. Berdasarkan ES, proporsi populasi TV di 10 kota secara berturut-turut adalah: Jakarta-55%, Surabaya-20%, Bandung-5%, Yogyakarta-5%, Medan-4%, Semarang-3%, Palembang-3%, Makassar-2%, Denpasar-2%, dan Banjarmasin-1%. Dengan demikian, jumlah panel yang direkrut adalah berdasarkan pada proporsi populasi TV di masing-masing kota tersebut. Dengan kepemilikan TV di Jakarta adalah 55% dari total kepemilikan TV di 10 kota, maka 55% panel yang direkrut ada di Jakarta, dst.
Hal yang sama juga berlaku dalam hal penyebaran panel berdasarkan target pemirsa, misalnya Status Ekonomi Sosial (SES), pendidikan, pekerjaan, dsb. Sama dengan penyebaran panel per area yang telah dijelaskan diatas, pembagian panel per SES juga didasarkan atas ES. Jika dari ES tergambar bahwa populasi TV Jakarta sejumlah 19% berasal dari SES A, maka panel SES A yang direkrut pun sebanyak 19% dari total panel Jakarta.
Berapa lama usia panel dan bagaimana prosedur penggantian panel?
Lamanya sebuah rumahtangga menjadi panel adalah maksimal 2 tahun, namun penggantian panel tidak dilakukan secara serentak. Tingkat berhentinya suatu rumahtangga sebagai panel secara normal adalah 20-25% dari rumahtangga yang ter-install setiap tahunnya. Tidak ada penggantian yang dipaksakan dalam keadaan normal. Selain penggantian secara normal terjadi pula penggantian panel diakibatkan karena beberapa alasan, diantaranya:
- Penolakan panel rumahtangga untuk meneruskan kerjasama
- Menolak karena tidak memperbolehkan meng-install semua TV
- Perubahan pada kondisi/keadaan anggota rumah tangga
- Pindah rumah/renovasi
Apa yang sesungguhnya diberikan oleh TAM untuk industri?
TAM (TV Audience Measurement) memberikan masukan (dalam kepemirsaan TV) bagi agensi periklanan dan pemilik produk yang menggunakan TV sebagai medium untuk mengkomunikasikan produk mereka.
Apakah Rating Program?
Rating Program adalah rata-rata pemirsa pada program tertentu yang dinyatakan sebagai persentase dari kelompok sampel atau potensi total. Angka Rating Program didasarkan atas unit waktu terkecil 1 menit.
Mengapa rating program diperlukan?
Karena jaringan, stasiun TV, dan produser program tentunya ingin mengetahui apakah orang menyaksikan acara mereka atau tidak, siapa saja yang menonton, dan berapa banyak jumlahnya.
Kapan rating program dipakai?
Ketika ingin mengetahui banyaknya pemirsa yang menonton suatu program pada lintas periode waktu tertentu.
Kapan share pemirsa dipakai?
Share dapat digunakan ketika ingin mengukur persentase pemirsa yang menonton program tertentu dibandingkan dengan program-program lainnya dalam periode waktu yang sama.
Jika rating sebuah program rendah, tidakkah akan berpengaruh dalam pengambilan keputusan?
Beberapa pelaku penyiaran memutuskan untuk melanjutkan program tertentu tanpa harapan untuk meraih rating tertinggi. Beberapa lainnya memutuskan untuk menghentikan tayangan. Hal ini tergantung pada tujuan utama dan strategi bisnis mereka.
Apakah TAM mengukur kualitas program acara?
Tentu saja tidak. Hasil pengukuran hanya akan memberitahu tentang berapa banyak orang yang menyaksikan acara mereka atau kuantitasnya. Banyaknya jumlah orang yang menonton pun tidak bisa secara langsung dikaitkan dengan alasan suka/tidak suka
Jika responden lupa menggunakan handset Peoplemeter ketika sedang menonton TV, bagaimana pengumpulan data kepemirsaan dari responden tersebut ?
Jika TV menyala tanpa seorangpun menekan tombol pada handset, perangkat Peoplemeter akan memberikan sinyal peringatan berupa suara dan running text Siapa menonton?. Jika suara dan teks tersebut diacuhkan, AGBNielsen akan bisa mengidentifikasikannya saat data diproses melalui Periodic Statistic Report terhadap analisis kepemirsaan yang tidak lolos produksi. Ada patokan tertentu untuk data kepemirsaan yang lolos quality control produksi. Jika patokan tersebut terlampaui, maka data kepemirsaan dari rumahtangga tertentu akan disingkirkan dan tidak akan diproses. AGBNielsen juga akan mengirim petugas untuk melakukan re-edukasi panel untuk menekan tombol. Jika rumahtangga panel tidak memperlihatkan perkembangan setelah dire-edukasi, maka panel akan dilepas untuk diganti dengan panel yang baru.
Apa imbalannya untuk keluarga responden?
Sebagai apresiasi atas partisipasi sebagai responden AGBNielsen, panel mendapatkan poin setiap bulannya. Panel dapat memilih hadiah yang berupa perabot rumahtangga, seperti timbangan, pan, setrika, tea set, dinner set, panci, kompor, blender, dsb dari katalog AGBNielsen berdasarkan poin yang dikumpulkan. Semakin lama waktu kerjasama, semakin besar poin yang bisa dikumpulkan. Nilai nominal hadiah yang diberikan tergantung pada jumlah poin tersebut.
Selengkapnya...

